Jika Perang, Ini Perbandingan Kekuatan Indonesia Vs Australia

KP: Ketegangan yang terjadi antara pemerintah Indonesia dengan Australia menyusul aksi penyadapan yang dilakukan oleh agen intelijen Australia terhadap beberapa pejabat penting Indonesia semakin meruncing. Langkah pemerintah Indonesia yang memanggil pulang Dubes RI untuk Australia ternyata tak membuat pemerintah negeri kangguru itu minta maaf. Bahkan kemarahan Presiden SBY pun ditanggapi dingin oleh Australia. Baca lebih lanjut

Mengapa Gerakan Freemasonry Tersebar?

Oleh:  Ust. Achmad  Rofi’i, Lc.M.Mpd.

 

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,

Kajian ini adalah merupakan kelanjutan kajian tentang Freemasonry, yang hendaknya merupakan peringatan bagi kita kaum Muslimin, karena memang Freemasonry itu merupakan gerakan Yahudi sejak zaman dahulu kala  – bahkan sejak zaman sebelum kita maupun orang tua kita terlahir. Dengan kajian ini diharapkan kaum Muslimin itu mendapatkan peringatan agar dapat selalu bersikap waspada. Tidak boleh lengah dalam membentengi ‘aqiidahnya, dan ada suatu aksi yang konkrit agar diri serta keluarga dan masyarakat, juga generasi mendatang dapat selamat dari fitnah Freemasonry ini.

Tema kali ini adalah “Mengapa Gerakan Freemasonry Tersebar”, Baca lebih lanjut

Beginilah Akhir Hidup Para Penguasa Zalim

sharonkoma

Cara kematian yang Allah telah datangkan kepada mereka yang zalim itu teramat tragis sekali. Kematian merekapun teramat unik. Contohnya Namrud, mati karena sakit kepala akibat dimasuki oleh seekor nyamuk melalui telinganya. Setiap kali ia menjerit, doktor pribadinya memerintahkan dipukul kepalanya untuk mengurangi kesakitannya. Setelah lama bergelut dengan sakratul maut, akhirnya beliau mati dalam keadaan tersiksa dan terhina. Begitu juga dengan Firaun yang mati lemas di dalam laut. Karena mereka pada wewenangnya sebagai penguasa sangat berat untuk tunduk pada Syariat Allah dimana semua dibatasi, keserakahan kekuasaan dikekang hanyalah dalam Islam Rahmatan lil alamin, inilah contoh di zaman modern dimana pemimpin sangat berat azabnya ketika jauh dari hidayah, sesuai dengan pengaruhnya dalam mempelopori kehidupan penuh maksiat dan kezaliman. Baca lebih lanjut

5 Ilmuwan Ini Menjadi Muslim Setelah Melakukan Riset Ilmiah

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, atau duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi”. Demikian bunyi surah Ali Imron ayat 190-191.

Ayat di atas menjelaskan tentang kebesaran Allah; bahwa keberadaan dan kebesaran-Nya dapat dibuktikan melalui adanya alam semesta. Orang-orang yang berakal (ulul Albab/cendekiawan) yang disebutkan dalam ayat itu dapat membuktikan keberadaan Allah melalui penelitian terhadap ciptaan-Nya. Sehingga tidak mengherankan, tidak sedikit manusia yang pada mulanya berada dalam kejahiliyahan, akhirnya memeluk Islam dan menjadi muslim yang teguh setelah menemukan kebenaran pernyataan Alquran tentang tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.

Dalam Alquran sendiri, meski baru diturunkan 14 abad yang lalu, sudah banyak mengungkap fakta-fakta alam semesta secara ilmiah. Satu persatu fakta-fakta itu terbuktikan kebenarannya sehingga melahirkan beragam ilmu pengetahuan.

Pada abad modern ini, pembuktian kebenaran Alquran banyak dilakukan oleh ilmuwan non-muslim. Bahkan tidak sedikit di antara mereka akhirnya yang dengan keikhlasan mengucap dua kalimat syahadat. Baca lebih lanjut

Mengungkap Kebiadaban Columbus

Columbus adalah penjahat kemanusiaan. Puluhan juta suku asli Indian musnah olehnya. Dua peneliti dari Universitas California, Sherburne dan Woodrow, di tahun 1492 jumlah orang Arawak 8 juta jiwa, tahun 1496 Columbus datang. Di tahun 1508-1518, dari 8 juta tinggal tersisa 100.000 orang Arawak. Bahkan di tahun 1514, orang Arawak dewasa tinggal 22.000.
Peneliti lain, Cook dan Borah menulis angka 27.800 (1514). “Dalam jangka waktu 20 tahun, Columbus telah membantai 90% bangsa Arawak, yang pada awalnya berjumlah 8 juta jadi tinggal 28.000-an orang.”(!)

Selama kurang seabad Columbus di benua baru, sekitar 95 juta orang telah dibunuh secara kejam. Saat Columbus tiba di Amerika, ada 30 juta orang penduduk pribumi. Namun beberapa tahun kemudian jumlahnya menyusut tinggal 2 juta.

Dalam buku berjudul “The conquest of Paradise: Christopher Colombus and the Columbian Legacy” (1991), Baca lebih lanjut