Soal Pembantaian di Gaza, Negara Islam Harus Suplai Senjata dan Kirim Tentara

[KSATRIA PENA]Di tengah gencarnya serangan penjajah Israel ke Gaza. Munculnya komentar yang patut diperhitungkan dari para tokoh muslim.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga cendekiawan Muslim, Jimly Asshiddiqie mengusulkan negara-negara Islam untuk mempersenjatai Palestina agar terjadi perdamaian di wilayah tersebut.

“Selama ini sudah terlalu sering dan selama puluhan tahun ini terjadi, sebaiknya Palestina dilengkapi dengan senjata supaya seimbang, supaya mereka (Israel) mau berunding,” kata Jimly Asshiddiqie yang ditemui di Jakarta, Selasa (20/11).

Jimly menambahkan ia meragukan efektifitas dari proses dialog yang kerap dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan Israel-Palestina. Menurutnya, selama ini proses dialog tersebut tidak menyelesaikan masalah.

Sebagai shock therapy untuk Israel, ia mengimbau agar negara-negara Islam bersatu untuk mempersenjatai Palestina. Hal ini sangat efektif untuk membuat gentar Israel. Buktinya baru beberapa kali Hamas meluncurkan roketnya, Israel sudah ketar-ketir.

“Cukup dilengkapi saja senjata yang bisa menjangkau Tel Aviv dan bisa merusak istana Tel Aviv. Israel memang tidak mau mendengar, sudah terbukti berpuluh-puluh tahun,” tegasnya. Demikian dikutip dari Republika.

Pendapat yang kurang lebih sama juga diungkapkan Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) HTI Ismail Yusanto. Ia mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggalang tentara negeri-negeri kaum Muslimin untuk menghentikan serangan Israel ke Gaza.

“Karena cara yang paling efektif adalah mengirim tentara ke wilayah Gaza,” ujarnya, Senin (19/11) di depan Kedutaan Besar Amerika, Jakarta.

Menurutnya, sebagai negeri Muslim terbesar, langkah SBY akan sangat berpengaruh dalam menggerakan negeri Muslim lain dalam menyelamatkan Gaza. “Bila SBY dapat menggalang sedikitnya 500 tentara saja dari setiap negeri Muslim maka paling tidak dapat terhimpun 25 ribu tentara dari 50 negeri Muslim,” kalkulasinya.

Pengerahan tentara bagi bangsa yang hanya mengenal bahasa perang itu mutlak diperlukan. Maka, menurutnya, SBY dan kepala negara negeri-negeri Islam lainnya, bila hanya berdiplomasi,  mengirim bantuan medis dan pangan tidak akan menghentikan kekejian zionis Israel. “Bahkan diakui atau tidak telah mendukung Israel dalam melakukan kebiadaban di Palestina,” tegasnya.

Dalam aksi yang diikuti sekitar 500 massa tersebut, Ismail pun menyeru kaum Muslimin di mana saja berada untuk dengan sungguh-sungguh berjuang menegakkan kembali syariah dan khilafah. “Hanya dalam naungan khilafah, satu setengah milyar umat Islam bisa bersatu dan menjadi kuat sehingga dapat menjaga harkat dan martabat seluruh negeri kaum Muslimin termasuk Palestina,” pungkasnya.

Karena Zionis Israel hanya memahami bahasa perang. Maka, desakan untuk para penguasa negeri Islam untuk jihad fi sabilillah menghentikan kekejian Israel wajib hukumnya.

Saat ini, umat Islam Gaza membutuhkan tentera-tentera negeri Islam untuk membebaskan dan melindungi mereka dari serangan biadab pasukan penjajah zionis Israel.

Dalam beberapa hari terakhir, Israel melakukan 400 kali serangan udara, 22 Muslim Palestina syahid (insya Allah). Lebih dari 200 orang terluka. Jumlah korban ini kemungkinan terus bertambah, apalagi kalau Israel tidak menghentikan serangannya.

Menurut Ketua DPP HTI Farid Wajdi, Zionis Israel sesungguhnya bukan tentara pemberani dan kuat. “Tapi kenapa mereka terus menerus menyerang kaum Muslimin? Penyebabnya adalah kepengecutan penguasa negeri-negeri Islam untuk bertindak sungguh-sungguh membebaskan Gaza,” ungkapnya.

Penguasa negeri Islam seperti Mesir,Turki, Saudi termasuk Iran dan negeri-negeri Islam lainnya sibuk beretorika membela Palestina. Tidak ada aksi nyata yang membuat Israel jera. Padahal mereka memiliki jutaan tentera yang bisa digerakkan. (fimadani/ media umat/NMJ)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s