Ini tulisan admin di blog awal Ksatria Pena yang kini telah di suspended

Not Mister Jekyll

Perhatian: Mungkin isi tulisan ini sangat mengganggu bagi para fans tokusatsu

Perkembangan Tokusatsu di Jepang, patut diapreasikan oleh para penggemarnya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Beragam genre sudah dihasilkan oleh tokusatsu, dari cerita yang diperuntukkan untuk kalangan anak-anak hingga untuk dewasa. Untuk anak-anak sebut saja, Engine Sentai Go-Onger, dan untuk dewasa sebut saja Garo.

Namun, terlepas dari itu, ada beberapa genre yang tidak jelas mau dibawa kemana, sebagai tontonan untuk kalangan usia apa, apakah anak-anak, remaja, ataupun dewasa, sehingga menimbulkan pertanyaan di kalangan fans tokusatsu saat ini. Dan, jika diperuntukkan untuk anak-anak ataupun remaja, ada konten-konten dewasa di dalamnya.

Lihat pos aslinya 537 kata lagi

Iklan

Ini tulisan admin di blog awal Ksatria Pena yang kini telah di suspended

Not Mister Jekyll

Saya melakukan idharul (atau izharul, pen.) Islam karena hanya dengan begitu saya bisa diterima di kalangan primitif, seperti Indonesia.”

(Surat Snouck Hurgronje untuk orientalis Jerman terkemuka yang juga gurunya di sebuah Universitas di Strassbourgh, Theodore Nuldeke).

Orang Aceh, terutama para ulama di Aceh pasti kenal betul dengan orientalis yang satu ini.

Bernama lengkap Christian Snouck Hurgronje, lahir pada tanggal 8 Februari 1857. Menurut catatan Rizki Ridyasmara dalam bukunya “Gerilya Salib di Serambi Mekkah,” menulis bahwa ia adalah anak dari hasil kumpul kebo kedua orangtuanya sehingga menyebabkan kedua orangtuanya ditolak oleh gereja:

“Awalnya, perkawinan kedua orangtuanya itu di dahului oleh hubungan kumpul kebo hingga dikeluarkan dari komunitas Gereja Hervormd di Tholen (Zeeland) pada tanggal 3 Mei 1849. Ketika itu ayah Snouck telah memiliki enam anak. Kedua orangtua Snouck baru menikah secara resmi tanggal 31 Januari 1855. Jadi, Snouck Hurgronje merupakan

Lihat pos aslinya 1.287 kata lagi

Ini tulisan admin di blog awal Ksatria Pena yang kini telah di suspended

Not Mister Jekyll

Menarik membaca buku “Gerakan Theosofi di Indonesia,” hasil penelitian peneliti muda Zionisme Indonesia, Artawijaya. Ketika membaca buku ini sekilas, saya jadi makin percaya jika gerakan Zionisme dan gerakan Yahudi Ideologis—meminjam istilah Wartawan Senior, MU Salman—memang ada di tanah air. Namun, di tulisan kali ini, penulis tidak akan menyoroti jejak rekam Zionisme maupun orang-orang Yahudi yang bercokol di Nusantara, utamanya Jakarta dan sekitarnya, karena hal ini sudah banyak peneliti-peneliti Zionisme di Jakarta yang telah banyak membahasnya. Namun, di tulisan kali ini penulis akan mencoba sedikit membahas—mengingat keterbatasan data—tentang jejak rekam gerakan zionisme maupun Yahudi ideologis di Aceh.

Lihat pos aslinya 721 kata lagi

5 Ilmuwan Ini Menjadi Muslim Setelah Melakukan Riset Ilmiah

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, atau duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi”. Demikian bunyi surah Ali Imron ayat 190-191.

Ayat di atas menjelaskan tentang kebesaran Allah; bahwa keberadaan dan kebesaran-Nya dapat dibuktikan melalui adanya alam semesta. Orang-orang yang berakal (ulul Albab/cendekiawan) yang disebutkan dalam ayat itu dapat membuktikan keberadaan Allah melalui penelitian terhadap ciptaan-Nya. Sehingga tidak mengherankan, tidak sedikit manusia yang pada mulanya berada dalam kejahiliyahan, akhirnya memeluk Islam dan menjadi muslim yang teguh setelah menemukan kebenaran pernyataan Alquran tentang tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.

Dalam Alquran sendiri, meski baru diturunkan 14 abad yang lalu, sudah banyak mengungkap fakta-fakta alam semesta secara ilmiah. Satu persatu fakta-fakta itu terbuktikan kebenarannya sehingga melahirkan beragam ilmu pengetahuan.

Pada abad modern ini, pembuktian kebenaran Alquran banyak dilakukan oleh ilmuwan non-muslim. Bahkan tidak sedikit di antara mereka akhirnya yang dengan keikhlasan mengucap dua kalimat syahadat. Baca lebih lanjut

Soal Pembantaian di Gaza, Negara Islam Harus Suplai Senjata dan Kirim Tentara

[KSATRIA PENA]Di tengah gencarnya serangan penjajah Israel ke Gaza. Munculnya komentar yang patut diperhitungkan dari para tokoh muslim.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga cendekiawan Muslim, Jimly Asshiddiqie mengusulkan negara-negara Islam untuk mempersenjatai Palestina agar terjadi perdamaian di wilayah tersebut.

“Selama ini sudah terlalu sering Baca lebih lanjut