Apa Benar Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman?

 

Pernah ke Borobudur? Itu candi Budha atau peninggalan Nabi Sulaiman? Penelitian selama 33 tahun yang dilakukan oleh KH. Fahmi Basya menemukan bukti-bukti menarik. Kajiannya yang interdisiplin itu (ayat al-Qur’an, matematika, bahasa, sejarah), pada akhirnya membuat kesimpulan bahwa Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman. Bagaimana ceritanya?

Pada 1817, Van Erp mengatakan bahwa Borobudur adalah Candi Budha. Sampai sekarang, penyataan itu dianggap sebagai kebenaran. Padahal, menurut KH. Fahmi Basya, tentu saja ucapan itu terbiarkan berlama-lama tanpa ada yang mengoreksinya. Sekarang sudah waktunya untuk dipertanyakan. “Jika pernyataan Van Erp itu salah, umat manusia seluruhnya pasti dirugikan. Terutama yang dirugikan adalah Indonesia.”

Negeri Saba

Negeri Saba adalah negerinya Ratu Saba. Dalam al-Qur’an dijelaskan sebagai berikut: “Berjalanlah padanya beberapa malam dan siang dengan aman.” (QS. 34: 18). Baladil Amin (negeri yang aman) tidak mudah dilekatkan al-Qur’an, selain di Mekkah. Ciri negeri Saba yaitu:

Satu. Setiap tahun disinari oleh matahari karena tumbuhan yang thoyyib (baik) yang berasal dari hutan yang setiap tahun disinari matahari.

Allah swt. berfirman: “dan negeri yang baik, keluar tumbuh-tumbuhannya dengan izin Pemeliharanya, dan yang tidak baik, tidak keluar melainkan dengan susah.” (QS. 7: 58)

Dua. Negerinya pernah hancur karena banjir besar. Awalnya tanah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa adalah satu daratan kemudian karena banjir besar, terpisah-pisah menjadi 17 ribu pulau di Indonesia saat ini.

Allah swt, berfirman: “maka kami kirim atas mereka banjir semesta.” (QS. 34: 16).

Tidak hanya dikatakan banjir, tapi juga dikatakan “dibataskan perjalanan darat mereka.” Berarti, perjalanan daratnya agak terbatas, dan juga menggunakan jalur laut.“Dan kami bataskan padanya perjalanan (darat).” (QS. 14: 18)

Setelah banjir semesta itu, tanah yang merupakan pertemuan bangsa-bangsa yang biasa disebut Saba itu terpecah.

“Dan kami hancurkan mereka tiap hancuran, sesungguhnya di dalam itu ada ayat-ayat untuk tiap orang yang sabar berterima kasih.” (QS. 34: 19)

Daratan yang awalnya bersatu itu kira-kira dapat diibaratkan dengan tulang-tulang manusia yang berserakan; kepalanya di Kalimantan, tulang kaki di Sumatera, tulang tangan di pulau Jawa dan tulang lainnya di pulau-pulau lain dan telunjuk kanan di pulau Papua. Saat ini, tidak ada negeri yang terdiri dari pulau-pulau yang berserakan sebanyak 17.000 (9.000 pulau belum diberi nama) kecuali di Indonesia. Juga, saat ini Indonesia dialiri air laut yang datang dari Lautan Pasifik ke Lautan Hindia, karena Lautan Pasifik lebih tinggi satu kaki dari Lautan Hindia. Lautan Indonesia juga menjadi lautan terindah dan digemari oleh hewan-hewan laut. Maraknya wisata bawah laut yang beberapa tahun terakhir diangkat sebagai salah satu objek wisata, merupakan tanda bahwa lautan Indonesia sangat indah dengan berbagai spesiesnya. (catatan: tidak semua negeri memiliki banyak ikan yang berlimpah. Fenomena ini dituangkan oleh para seniman bangsa jin dari tentara Nabi Sulaiman di Borobudur).

Di negeri Saba juga, seperti dalam laporan burung Hudhud, saat itu orang ramai sedang berkumpul dalam upacara bersujud kepada matahari yang dipimpin oleh seorang perempuan yang memiliki arsy yang azhiim (arsy yang besar). Laporan Hudhud itu diabadikan dalam al-Qur’an:

“Sesungguhnya aku dapati seorang perempuan menguasai mereka dan ia diberi tiap sesuatu dan baginya arsy yang azhiim.” (QS. 27: 23)

Tempat berkumpulnya orang itu saat ini dikenal dengan nama Istana Ratu Boko, sekira 36 km dari Borobudur. Di sana ada sebuah tempat yang terbuat dari batu menghadap matahari. “Tempat ini bukan tempat latihan karate,” tulis Fahmi Basya, “tetapi tempat ibadat.” Di situ ada tempat khusus bersujud untuk wanita, juga untuk kalangan jin. Masih di lokasi itu juga, ditemukan beberapa batu balok yang tertancap ke tanah dengan posisi tidak teratur karena dibanting dengan keras oleh suatu kekuatan yang kuat. Basya menyebutnya “Batu Penggertakan.” Waktu Ratu Saba sudah menyerah kepada Nabi Sulaiman, masih ada para kopral dari tentaranya yang enggan menyerah dan masih mempertahankan tempat bersujud mereka itu. Kemudian waktu tentara Sulaiman datang dengan membanting batu itu di sana sebagai gertakan. Tentaranya Saba juga orang-orang kuat, mereka tidak mudah dikalahkan, dan dikenal sebagai tukang siksa yang sangat dahsyat. Bisa kita bayangkan; ini pertemuan antara tentara kuat-kuat fisiknya.

Dalam al-Qur’an surat 34 ayat 15, terdapat kata Saba sebagai berikut:

“Dan sungguh adalah untuk Saba pada tempat mereka ada ayat, dua hutan sebelah kanan dan kiri.”

Hutan Saba disebut sebagai ayat, berarti saat ini hutan tersebut masih ada di bumi. Contoh lainnya adalah pada ayat tentang kapal Nabi Nuh yang dikatakan

sebagai ayat. Kapal itu sekarang masih ada di bumi. Sama dengan mayat Fir’aun dalam al-Qur’an surat 10 ayat 92, dan dua sandal Nabi Musa yang ditemukan di Utah.

Lantas hutan itu dimana lokasinya?

Dalam Kamus Jawa Kawi, kata hutan bahasa Jawa-nya wana. Jadi, hutan saba adalah wana saba. Saat ini kita kenal dengan nama daerah wonosobo di Jawa Tengah. Maka, tak heran jika dekat Wonosobo ada daerah yang bernama Sleman. Jarak Wonosobo-Sleman tidak seberapa jauh. Sleman diambil dari nama Nabi Sulaiman (Nabi yang namanya diawali dengan Su hanya Nabi Sulaiman, seperti layaknya orang Jawa). Jika dibandingkan dengan informasi bahwa Nabi Sulaiman dulunya berada di Yaman, ternyata di Yaman itu tidak ada tempat yang bernama Saba, tidak ada tempat bersujud menghadap ke matahari, dan tidak ada hutan Saba.

Kenapa nama Saba sampai sekarang masih ada? Itu karena dari kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba, Allah hendak menjadikan itu sebagai “buah mulut”, “buah bibir”, atau “cerita rakyat” yang diwariskan turun temurun (dalam al-Qur’an disebut dengan kata “ahaadiitsa”), seperti yang dapat kita baca pada ayat:

“Maka kami menjadikan mereka buah mulut.” (QS. 34: 19)

Wonosobo sebagai negeri yang diberkahi dapat dilihat dari airnya yang berlimpah, oksigennya yang tidak terbatas, dan alamnya senantiasa diremajakan kembali oleh proses-proses organis. Dalam al-Qur’an, negeri ini (negeri Saba/Wonosobo) dikatakan sebagai negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Allah swt berfirman: “Negeri yang baik dan rabbun ghafur.” (QS. 34: 15)

Fahmi Basya menulis:

“Negeri yang baik itu, airnya berlimpahan, oksigennya tidak terbatas. Alamnya senantiasa dikembalikan oleh proses-proses organis. Pengembalian dengan proses-proses organis ini yang dimaksud dengan ghafur yang maknanya Yang Mengembalikan. Terpeliharanya hutan sepanjang zaman karena ekosistem yang stabil dan berlanjut merupakan penjagaan dari Tuhan yang disebut Rabb yang maknanya Pemelihara.” (Catatan: Rabbil Alamin maknanya: pemelihara alam semesta. Olehnya itu ada larangan dari pemelihara alam semesta supaya alam semesta tidak rusak).

Dalam bukunya Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman, KH. Fahmi Basya juga mengungkap beberapa kaitan antara relief yang ada di Borobudur dengan ayat al-Qur’an. Misalnya relief waktu Ratu Saba mengangkat kainnya karena takut basah, Hudhud, relief Nabi Daud dan Nabi Sulaiman dengan tongkat kayu, dan beberapa lainnya seperti sebuah mesin besar yang lebarnya 13 km (bayangkan, besar sekali kan?) Mesin ini ada reliefnya dan bekas-bekasnya dapat ditemukan di dasar laut.

Boleh dikata, dari beberapa bukti yang dipaparkan memang masuk akal, dan relevan dengan ayat al-Qur’an. Namun, tentu saja akan lebih baik jika relief-relief lainnya yang ada di Borobudur itu juga dikaji apa relevansinya dengan pernyataan bahwa Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman. Yang menarik dari kajian KH. Fahmi Basya adalah, beliau banyak mengkaji fenomena alam dengan pendekatan matematis dan amat jarang menampilkan sumber/rujukan sebagaimana yang lazimnya berlaku di kalangan peneliti. Tampaknya, kajian beliau boleh dikata lebih “alamiah”, mengandung penemuan-penemuan baru yang belum sempat dikaji oleh peneliti yang sama.

Lantas, apakah benar Borobudur itu peninggalan Nabi Sulaiman? Tentu saja ini menjadi penemuan menarik untuk dikaji, dan didiskusikan kembali. Jika benar, maka klaim bahwa itu candi Budha terbantahkan, dan kita mendapatkan fakta baru terkait relevansi ayat-ayat al-Qur’an bagi kehidupan kita. Ini pada dasarnya semakin menguatkan bahwa tidak ada keraguan dalam al-Qur’an. Namun jika penelitian Fahmi Basya ini ternyata tidak benar, maka tentu saja ini tetap menjadi kajian yang menarik, dan perlu ada penjelasan antitesis terhadap beberapa hasil penelitian—termasuk relief bernuansa kenabian—yang terpahat di situ.

Sawangan & Pejaten Village, 1 Okt 2012. []

(NMJ)

Iklan

11 thoughts on “Apa Benar Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman?

  1. Jempol, mari bangun budaya meneliti dan menghargai hasil penelitian orang lain, … baca juga hasil penelitian professor aryos nenos das sontos phd, atlantis lost continent finnaly found….

  2. mungkin ada benarnya juga, apalagi korelasinya dengan ayat- ayat Al- qur’an..
    siapa yang tahu masa lalu kecuali Allah?
    referensi mana yang lebih otentik dibanding Al- Qur’an?
    butuh penelitian lanjut dan kajian mendalam
    contohnya peradaban barus yang masih jadi tanda tanya bagi para peneliti termasuk saya
    hubungan barus dengan kapur barus yang dipakai pada zaman fir’aun untuk mengawetkan mayat (mumi)..

  3. SEMESTA ARTIKEL INI ADALAH PENCABULAN OTAK. BOROBUDUR ADALAH CANDI BUDDHA DIDIRIKAN 772-851 MASEHI . SAYA PERNAH DI BOROBUDUR PADA TAHUN 1997 DAN TELAH MELIHAT PEGANUT AGAMA BUDDHA MEMBUAT SEMBAHYANG MEREKA DISANA. RAJA SULAIMAN TELAH MENGUASAI DI YERUSALEM / JERUSALEM PADA MASA 970 HINGGA 930 ATAU 968 HINGGA 928 SEBELUM MASEHI DI KERAJAAN KESATUAN ISRAEL . RATU SABA PADA ZAMANNYA TELAH HIDUP PADA TENGAH ABAD KE 10 SEBELUM MASEHI.

  4. putra melayu riau | August 4, 2014 at 8:19 pm

    1 Swasti, sri. Sakawarsatita 604 ekadasi su-
    2 klapaksa wulan Waisakha Dapunta Hyang naik di
    3 samwau mangalap siddhayatra. Di saptami suklapaksa
    4 wulan Jyestha Dapunta Hyang marlapas dari Minanga
    5 tamwan mamawa yang wala dua laksa dangan kosa
    6 dua ratus cara di samwau, dangan jalan sariwu
    7 telu ratus sapulu dua wanyaknya, datang di Mukha Upang
    8 sukhacitta. Di pancami suklapaksa wulan Asada
    9 laghu mudita datang marwuat wanua …..
    10 Sriwijaya jayasiddhayatra subhiksa
    Terjemahan dalam bahasa Indonesia modern:
    1 Bahagia, sukses. Tahun Saka berlalu 604 hari kesebelas
    2 paroterang bulan Waisaka (23 april) Dapunta Hyang naik di
    3 perahu melakukan perjalana . Di hari ketujuh paroterang
    4 bulan Jesta(19 mei) Dapunta Hyang berlepas dari Minanga
    5 tambahan membawa balatentara dua laksa dengan perbekalan
    6 dua ratus koli di perahu, dengan berjalan seribu
    7 tiga ratus dua belas banyaknya, datang di Muka Upang
    8 sukacita. Di hari kelima paroterang bulan Asada(16 juni)
    9 lega gembira datang membuat wanua …..
    10 Perjalanan jaya Sriwijaya berlangsung sempurna
    a. DAPUNTA PERTAMA NAIK DIPERAHU ITU PARO TERANG BULAN WAISAK ( 23 APRIL) INILAH ASAL SERIWIJAYA, BUKAN MINANGA TAMWAN KARENA DIKATAKAN DAPUNTA MANGGALAP SIDHAYATRA.
    b. DAPUNTA BERLEPAS DARI MINANGATAMWAN DIHARI KETUJUH PAROTERANG BULAN JESTA (19 MEI) ARTINYA 26 hari setelah naik perahu melakukan sidhayatra baru bertolak/berlepas dari minangatamwan. Makajelas MINANGATAMWAN ITU BUKAN SERIWIJAYA/ ASAL SERIWIJAYA TAPI TAKLUKKAN SERIWIJAYA. karena jarak dapunta naik perhu sampai berlepas itu 26 hari, dari tgl 23 april baru berlepas dari minangatamwan tgl 19 mei.
    c. datang dimuka upang dihari kelima paroterang bulan Asada ( 16 juni.) dari minanga dapunta menuju ulu musi membawa dualaksa pasukkan sesuai 20 hari kemudian mendatangi muka upang palembang satu minggu/ 5 hari sesuai, jadi 27 hari dari belepas dari minangatamwan baru datang dimuka uphang palembang. Karena dikatakan selepas dari minangatamwan itu tidak dikatakan dapunta menuju muka upang/ langsung menuju muka upang tapi dengan tegas dikatakan datang dimuka upang. Selepasdari minangtamwan itu dapunta keulu musi dari ulu musi pasukkan dua laksa itu mendatangi palembang selepas dari minangatamwan, Minangatamwan itu adalah penghalang seriwijaya menuju muka upang untuk itu perlu ditaklukkan dulu baru menuju muka uphang palembang.
    jadi jelas minangatamwan itu bukanlah tempat pertama dapunta naik perahu/ tempat melakukan sidhayatra. tempat dapunta melakukan/ magalap sidhayatra adalah seriwijaya, karena diakhir prasasti dikatakan sidhayatra seriwijaya jaya subhiksa.
    artinya seriwijaya yang melakukan sidhayatra bukan minangatamwn. bukan sidhayatra minangatamwan jaya subhiksa. Paktanya memang seriwijaya sudah ada sebelum peristiwa itu sebelum sidhayatra th 683M karena seriwijaya th 670 sudah ada.

    Jika seriwijaya itu adalah taklukan kerajaan minangatamwan maka seriwijaya tidak akan pernah ada yang ada hanya minangatamwan sebab taklukan itu akan jadi negara yang menaklukkan. Diseluruh dunia negara yang menaklukkan akan menjadikan taklukannya sebagai negaranya.
    Jika minangatamwan yang menaklukkan seriwijaya, maka yang ada kerajaan minangatamwan. Jelas seriwijaya yang berganti nama menjadi minangatamwan. Sebab seriwijaya sebelumsidhayatra dapunta 683M sudah ada sudah disebut dengan sebutan yang sama oleh itsing tahun 671M dengan tahun 683M.
    Paktanya minangtamwan, melayu, kedah, tulang bawang yang berubah jadi seriwijaya.
    Belanda menaklukkan indonesia memberi nama hindia belanda( netherland indie) bukan belanda yang berganti nama jadi indie. Turki menaklukan konstantinopel romawi berganti nama istanbul turki, bukan turki yang berganti nama jadi romawi.jepang/ nipon pernah menguasai indonesia/ hindia belanda mengganti nama hindia belanda dengan nipon raya. Indonesia yang jadi dai nipon bukan nipon yang berubah jadi indonesia. Indonesia menguasai timor timur, timour timur yang berganti nama timour-timur indonesia. Bukan indonesia yang jadi timor leste. Malaysia jadi jajahan inggris. Malaysia yang berganti nama menjadi nama inggris dan jadi wilayah inggris bukan inggris yang berubah berganti jadi malaysia. Begitu juga minangatamwan karena taklukkan seriwijaya menjadi seriwijaya. Melayu, kedah, tulang bawang, bangka belitung adalah taklukan seriwijaya maka wilayah itu menjadi seriwijaya bukan seriwijaya yang menjadi melayu,kedah, tulang bawang.
    Ketika jambi, riau, pernah jadi wilayah johor maka jambi dan riau jadi johor Bukan johor yang jadi jambi/ riau.
    Reply
    putra melayu riau | August 12, 2014 at 3:20 am

    Sang Nila Utama telah berkahwin dengan puteri Demang Lebar Daun dari Palembang iaitu Raden Ratna Cendera Puri, yang juga merupakan ibu saudara Sang Nila Utama dari sebelah ibunya (adik-beradik Wan Sendari)[3]. Hasil perkahwinan dikurniakan seorang putera bernama Paduka Sri Pekerma Wira Diraja (1372 – 1386).

    Selepas kemangkatan baginda Sang Nila Utama, 3 lagi Raja memerintah Singapura bermula dari anakdanya iaitu Paduka Sri Pekerma Wira Diraja (1372 – 1386), cucunya Paduka Seri Rana Wira Kerma (1386 – 1399) dan yang terakhir cicitnya Paduka Sri Maharaja Parameswara (1399 – 1401).

    Pada tahun 1401, cicit baginda iaitu Paduka Sri Maharaja Parameswara diusir dari Singapura selepas Majapahit berjaya menawan Singapura. Baginda kemudiannya melarikan diri ke utara dan menubuhkan kerajaan Melaka pada tahun 1402.

    Sang Nila Utama ialah anak kepada Sri Nila Pahlawan (Sang Sapurba) yang diceritakan dalam Sejarah Melayu sebagai nenek moyang legenda Raja-raja Melayu. Dari keturunan baginda, wujud dinasti-dinasti kerajaan di alam Melayu seperti Melaka, Johor dan Perak. Sultan Perak ke-34, Sultan Azlan Muhibbuddin Shah (1984 – sekarang) ialah keturunan langsung dari Sultan Perak pertama, Sultan Muzaffar Shah I (1528 – 1549), iaitu salah seorang putera Sultan Mahmud Shah (1488–1528), Sultan Melaka terakhir.
    Lihat juga

    Parameswara

    Rujukan

    “Studying In Singapore”. Search Singapore Pte Ltd. Capaian 2006-04-14.
    “Sang Nila Utama” (PDF). 24hr Art. Capaian 2006-04-14.
    http://hazis.wordpress.com/salasilah-sultan-pahang/

    Keluarga Diraja Melaka dan Johor
    Reply
    HASAN/ WONG JOWO | August 14, 2014 at 9:31 am
    Your comment is awaiting moderation.

    • HASAN/ WONG JOWO | August 12, 2014 at 2:30 pm
    Your comment is awaiting moderation.

    HASAN/ WONG JOWO mengatakan:
    Komentar Anda sedang menunggu moderasi.
    Agustus 12, 2014 pukul 1:58 pm
    MINANGKABAW/ ORANG PADANG MUSUH WONG JOWO, MUSUH WONG PALEMBANG/ SUMSEL, MUSUH RIAU, MUSUH ACEH, MUSUH MELAYU, MUSUH BATAK, MUSUH BERSAMA ADALAH MINANG KABAW/ PADANG.
    Balas
    HASAN/ WONG JOWO mengatakan:
    Komentar Anda sedang menunggu moderasi.
    Agustus 12, 2014 pukul 2:01 pm
    HANCURKAN PADANG/ MINANGKABAW, GANYANG MINANGKABAW, KALO NGAJAK ADU KEBO LAGI SEMBLEH AJA KEBONYA BUAT SOP/ KEBO GULING HEHEHEHEHEHEHEHEHE
    Reply
    • HASAN/ WONG JOWO | August 13, 2014 at 3:42 pm
    Your comment is awaiting moderation.

    10 SUKU BANGSA INDONESIA YANG PALING HEBAT DAN PALING BERPENGARUH DALAM PERADABAN
    1. JAWA
    2. SUNDA
    3. MELAYU SUMSEL/ PALEMBANG
    4. BUGIS
    5. MELAYU SUMATERA UTARA/ MEDAN
    6. BATAK
    7. MELAYU KALIMANTAN/ DAYAK
    8. ACEH
    9. BALI
    10 BANTEN
    HASAN/ WONG JOWO mengatakan:
    Komentar Anda sedang menunggu moderasi.
    Agustus 13, 2014 pukul 5:11 pm
    25 TOKOH INDONESIA YANG PALING HEBAT DAN PALING BERPENGARUH DALAM PERADABAN ASIA TENGGARA.
    1. SUKARNO ( JAWA- BALI )
    2. SUHARTO ( JAWA )
    3. GAJAH MADA ( JAWA )
    4. DAPUNTAHYANG SERIJAYA NASA ( MELAYU SUMSEL/ PALEMBANG )
    5. DAPUNTA SELENDRA ( MELAYU SUMSEL/ PALEMBANG- JAWA )
    6. KENAROK ( JAWA )
    7. HAYAM WURUK ( JAWA- MELAYU SUMSEL/ PALEMBANG )
    8. JENDRAL SUDIRMAN ( JAWA )
    9. JOYO BOYO ( JAWA )
    10. KERTA NEGARA ( JAWA )
    11. BALAPUTRA DEWA ( MELAYU SUMSEL/ PALEMBANG- JAWA )
    12.SANGSAPURBA ( MELAYU SUMSEL PALEMBANG )
    13. PRAMESWARA ( MELAYU SUMSEL/ PALEMBANG )
    14. RADEN FATAH ( JAWA- CINA- MELAYU SUMSEL/ PALEMBANG- ARAB )
    15. WALI SONGO ( ARAB- JAWA- CINA- MELAYU )
    16. SULTAN ISKANDAR MUDA ( ACEH )
    17. PRABU SILIWANGI ( SUNDA )
    18. SULTAN AGENG TIRTAYASA ( BANTEN )
    19. DR SUTOMO ( JAWA )
    20. KH HASYIM ASY’ ARI ( JAWA )
    21.KH AHMAD DAHLAN ( JAWA )
    22. RA KARTINI ( JAWA )
    22. DEWI SARTIKA ( SUNDA )
    23. SEKH NAWAWI ALBANTANI ( BANTEN )
    24. HAMZAH FANSURI ( ACEH )
    25 NURUDDIN ARRANIRI ( ACEH )
    10 TOKOH PEMBERONTAK/ PENGKHIANAT PALING TERKENAL LICIK DAN BERBAHAYA DI INDONESIA
    1. DN AIDIT/ KOMUNIS ( MELAYU SUMSEL PULAU BELITUNG )
    2. Drs MOHAMMAD HATTA/ PRRI ( MINANG KABAW )
    3. MOHAMMAD NATSIR/ PRRI ( MINANG KABAW )
    4. TAN MALAKA/ KOMUNIS ( MINANG KABAW )
    5. AMIR SYARIFUDIN/ KOMUNIS ( MINANG KABAW )
    6. MUSO/ KOMUNIS ( JAWA )
    7. SM KARTOSUWIRYO/ DARUL ISLAM DII/TII/NII ( JAWA )
    8. DAUD BIERUEH/ DII/TII/NII ( ACEH )
    9. DR SOMUKIL/ RMS ( AMBON )
    10. SUTAN SYAHRIR/ PRRI ( MINANG KABAW )
    HASAN/ WONG JOWO mengatakan:
    Komentar Anda sedang menunggu moderasi.
    Agustus 13, 2014 pukul 6:22 pm
    PALING BANYAK JENDRAL INDONESIA
    1. JAWA.
    2. SUNDA
    3. BATAK
    4. BUGIS
    5. MELAYU SUMSEL/ PALEMBANG
    6. BALI.
    PALING BANYAK MENTRI
    1.JAWA
    2. SUNDA.
    3. BATAK
    4 MELAYU SUMATERA UTARA
    8. BUGIS
    PALING BANYAK ULAMA/ KIYAI
    1. JAWA
    2. ACEH
    3. SUNDA
    4. MELAYU SUMSEL/ PALEMBANG
    5. MADURA
    6. BANTEN
    PALING BANYAK HABIB
    1. MELAYU SUMSEL/ PALEMBANG
    2. JAWA
    3. SUNDA
    4. ACEH
    5. BANTEN
    6. MADURA
    7. LOMBOK
    PALING BANYAK MAFIA
    1. MELAYU SUMSEL/PALEMBANG
    2. MADURA
    3. BUGIS
    4. JAWA
    5. BATAK
    6. SUNDA
    7. BANTEN
    PALING BANYAK ORANG SAKTI/ KERAMAT
    1. JAWA
    2. SUNDA
    3. BANTEN
    4. MADURA.
    5. MELAYU SUMSEL/ PALEMBANG
    6. ACEH
    7. BALI
    8. BUGIS
    9. DAYAK/ MELAYU KALIMANTAN
    10. LOMBOK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s