Tokoh Indonesia Hadiri HUT Israel Ke-64: Dari “Niat Pribadi” Hingga The Israel Connection

Setelah sebelumnya pada tahun lalu pernah mencoba menggelar acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Negara agressor Israel. Dalam lansirannya merdeka.com Komunitas Pencinta Yahudi  Indonesia kembali sesumbar berencana merayakan HUT Kemerdekaan Israel di Jakarta. Dalam hari jadi Israel ke-64 yang jatuh 14 Mei nanti, komunitas tetap akan menggelar acara peringatan.

 “Namun acara kecil-kecilan saja,” kata Ketua Komunitas Pencinta Yahudi, Unggun Dahana, Senin (30/4).

Acara tersebut, menurut Unggun tetap akan disertai pengibaran bendera Israel dan bendera Indonesia, serta menyanyikan Hatikva, lagu kebangsaan Israel dan juga Indonesia Raya.

“Memang begitu aturannya. Bendera Israel harus lebih rendah dari Merah Putih,” ujarnya.

Unggun mengatakan, untuk tahun ini acara tidak akan dipublikasikan, mengingat kehebohan yang terjadi pada tahun lalu. Namun, dia berjanji akan melaporkan acaranya ke polisi jika anggota yang hadir lebih dari sepuluh orang.

Seperti diketahui, proklamasi negara Israel atau Hakhrazat HaAtzma’ut terjadi pada tanggal 14 Mei 1948, ketika Mandat Britania atas Palestina berakhir. Saat itu pengumuman bahwa negara Yahudi baru bernama Israel secara resmi didirikan di wilayah Mandat Britania atas Palestina dan di tanah di mana kerajaan Israel, kerajaan Yehuda dan Yudea berada.

Mengikuti perhitungan kalender Yahudi, acara HUT Kemerdekaan Israel sudah berlangsung lebih dulu di sejumlah Kedubes Israel di beberapa negara.

Warga Indonesia Hadiri HUT Israel di Singapura

Di Kedubes Israel di Singapura, acara juga dihadiri sejumlah warga negara Indonesia disinyalir menghadiri HUT kemerdekaan Israel ke-64, di gedung School of the Arts di jantung Singapura, pada Kamis (26/4/2012). Termasuk politikus NasDem, Ferry Mursyidan Baldan.

Padahal seperti kita ketahui, mayoritas rakyat Indonesia -khususnya mereka yang muslim- bersama pemerintah teguh berprinsip tidak akan mengakui negara Israel lantaran penjajahan mereka terhadap Palestina.

Seperti dikutip merdeka.com, para tamu dari Indonesia itu semua ternyata muslim. Mereka adalah politikus tersohor bersama istri berjilbab, dua perwakilan dari KADIN (Kamar Dagang dan Industri), pengusaha, dan bekas petinggi organisasi pemuda Islam.

Selain bahasa Indonesia yang mereka gunakan, mereka kelihatan berbeda ketimbang tamu lain lantaran berpakaian batik. Ada bercorak kota-kotak warna merah dan batik coklat. Tiga di antaranya mengenakan setelan jas.

Namun dari para tamu yang tertangkap kamera, jelas terlihat Ferry Mursyidan Baldan, mantan politisi partai Golkar yang saat ini manjadi politisi partai Nasional Demokrat (Nasdem) pimpinan Surya Paloh.

Mendapat kabar tersebut, aktifis kemanusian yang peduli terhadap Palestina, dr. Joserizal Jurnalis mengecam keras kelakuan sejumlah tokoh tersebut. Menurutnya, mereka yang menghadiri HUT Kemerdekaan Israel telah melanggar konstitusi. “Yang jelas mereka melanggar konstitusi,” tuturnya kepada voa-islam.com, Senin (30/4/2012).

Ia juga menegaskan bahwa salah seorang yang ada di foto tersebut adalah Ferry Mursyidan Baldan.  “kalau di foto itu Ferry Mursyidan Baldan,” kata pendiri organisasi kemanusiaan Mer-C (Medical Emergency Rescue Committe) ini.

Ia menilai bahwa dalam pembukaan UUD 45 dinyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, maka menghadiri HUT kemerdekaan Israel sebagai negara penjajah yang berdiri di atas tanah Palestina, jelas merupakan pelanggaran konstitusi dan mengkhianati negara.

“Di pembukaan konstitusi Republik Indonesia itu ada, bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan penjajahan itu harus dihapuskan dari muka bumi karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan, itu jelas! Kalau itu dia langgar, dia mengkhianati negara ini, itu saja!” pungkasnya.

Ferry: Menghadiri HUT Israel, Ibarat Menghadiri Acara GAM Sebelum Jadi Partai Resmi

Ferry Mursyidan Baldan

Dalam foto yang dimuat laman merdeka.com itu, mantan ketua umum PB HMI periode 1990-1992 terlihat duduk menghadiri acara tersebut didampingi sang istri.
Seperti dikutip republika online,  Ferry mengakui bahwa dirinya bersama istri memang menghadiri acara Peringatan Hari Kemerdekaan Israel. Menurut dia, ia hanya sebatas memenuhi undangan. Mantan anggota DPR RI itu menyatakan dirinya terbiasa membuka hubungan komunikasi dengan siapa pun termasuk dengan Israel.

Menurut Ferry, menghadiri undangan peringatan Hari Kemerdekaan Israel oleh Kedutaan Besar Israel di Singapura merupakan hal yang lumrah dan tanpa maksud apa pun. ”Itu undangan pribadi yang dikirim resmi oleh dubes Israel. Buat saya lumrah ya, saya biasa membina komunikasi dengan siapa saja,” ujarnya saat dihubungi, Senin (30/4/2012).

Kehadirannya dalam acara tersebut, kata dia, sebatas membina hubungan baik dan komunikasi dengan kolega. Ia mencontohkan, dirinya bahkan juga sering berkomunikasi dengan beberapa kawan dari Taiwan, FPI, GAM, Thailand Selatan, Selandia Baru, hingga Vatikan. Menurutnya sebagai politisi yang memiliki latar belakang di bidang Hubungan Internasional adalah wajar menjalin komunikasi dengan siapa pun.

Ia mengaku tak khusus membicarakan rencana Israel membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia. Namun, dalam pembicaraan ringan dengan duta besar Israel malam itu, kata Ferry, dirinya menyampaikan pandangan mengenai keberpihakan Indonesia pada Palestina.

“Mereka tahu kok mengenai keberpihakan kita pada Palestina,” kata Ferry. Namun Ferry sekali lagi membantah dirinya memiliki tujuan khusus saat menghadiri acara tersebut. Ia menyampaikan dirinya perlu membuka komunikasi dengan siapa pun, tanpa perlu melihat posisi Indonesia.

Ferry menegaskan, ia hanya membuka komunikasi dengan berbagai pihak. Acara yang diselenggarakan hari itu pun menurutnya cukup sederhana. Dibuka dengan pidato sambutan, salah satunya oleh duta besar Israel dan diakhiri dengan acara santai yakni coctail.

Ferry juga mengibaratkan kehadirannya di acara HUT Kemerdekaan Israel dengan kehadirannya di acara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebelum menjadi partai resmi.

“Ya biasa saja, saya juga punya hubungan dengan FPI. Kita kan perlu menjaga hubungan dan komunikasi dengan siapa pun,” pria berdarah Aceh ini.

Pada saat acara coctail, ia bahkan sempat menyampaikan pada duta besar Israel untuk mengubah mindset Israel terhadap Palestina. Namun ia menambahkan, Indonesia pun harus mengubah mindsetnya. Sebab Indonesia bukanlah negara yang anti pada etnis atau agama tertentu. Dalam berbicara hubungan diplomatik, menurut Ferry, harus dilihat juga aspek kemanusiaan di dalamnya.

Apa yang terjadi selama ini, menurut Ferry, juga merupakan hubungan sebab akibat. Seperti Indonesia yang tak mengakui Israel sebagai negara, tentu ada alasan juga mengapa Israel tak mengakui Palestina sebagai negara.

Padahal, kata dia, inti dari sebuah negara adalah adanya pengakuan pada sekelompok manusia, civilization, dan komunitas. Yang selama ini salah dalam posisi Israel menurutnya adalah, Israel menjadi penentu sebuah negara boleh berdiri atau tidak.

“Kalau perselisihan di mana saja kita bisa temui kok. Toh, dengan Malaysia yang satu rumpun saja kita bisa berselisih. Intinya mengubah mindset,” kata Ferry.

Kehadiran Politikus NasDem di HUT Israel Dipertanyakan

Pengamat politik Universitas Indonesia Iberamsjah menilai, kehadiran politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) Ferry Mursyidan Baldan, dalam perayaan HUT Israel di Singapura, Kamis (26/4) lalu, dapat berakibat kepada berkurangnya kepercayaan publik kepada Partai Nasdem. Sebab, publik akan berpikir NasDem tak membela Islam.

“Kita semua tahu tindakan Israel terhadap umat Islam di Palestina khususnya tak bisa ditolerir, tindakan Israel yang tidak terpuji,” kata Iberamsjah saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin, (30/4).

Menurut Iberamsjah, kehadiran Ferry ke acara tersebut sangat melukai perasaan umat Islam. Iberamsjah lantas mempertanyakan apakah Partai NasDem memiliki hubungan dengan Israel.

“Harus dan pantas dicurigai hubungan antara Partai Nasdem dengan Israel. Jangan-jangan biaya yang digunakan oleh Partai Nasdem selama ini berasal dari bankir-bankir Yahudi Israel, karena Partai Nasdem ini termasuk partai yang memiliki biaya besar dan tempo yang cepat,” jelas Iberamsjah.

Siapa Saja Jaringan Israel di Indonesia?

Sejatinya banyak orang Indonesia yang  menjadi bagian dari jaringan Zionis-Israel.  Anehnya justeru yang banyak membangun “connection” (hubungan jaringan) dengan Zionis-Israel dari kalangan tokoh-tokoh Islam di Indonesia.

Kalau beberapa hari lalu, di dunia Arab geger, dan bahkan parlemen Mesir mengajukan resolusi, yang mengecam dan menginginkan agar Mufti Al-Azhar Dr. Ali Juma’ah dipecat sebagai Mufti  Al-Azhar, karena melakukan kunjungan ke Jerusalem. Di mana Jerusalem masih dibawah pendudukan Zionis-Israel. Kunjungan Ali Juma’ah itu, dinilai memberikan legitimasi (pembenaran) atas pendudukan dan penjajahan Jerusalem oleh Zionis-Israel.

Sekarang ada orang-orang Indonesia menghadiri hari ulang tahun kemerdekaan Zionis-Israel di Singapura. Menghadiri kemerdekaan Zionis-Israel itu, secara de facto dan de jure, memberikan pengakuan eksistensi Zionis-Israel atas  pendudukan tanah Palestina, yang dirampasnya sejak sebelum kemerdekaan tahun 1948, dan kemudian menjadi tanah airnya, sesudah membunuh, menghancurkan bangsa Palestina, serta mengusirnya dari tanah kelahiran mereka.

Memang bukan sekali ini kunjungan orang Indonesia ke Kedutaan Israel di Singapura. Sudah sangat sering. Karena Singapura menjadi pintu bagi orang, kelompok yang ingin menjadi bagian kepentingan Zionis-Israel di Asia ini.

Jerusalem Post, 8 Desember 2007, pernah memberitakan kunjungan lima orang tokoh yang mewakili Ormas Islam menemui Presiden Shimon Peres. Para tokoh Ormas Islam itu menghabiskan waktu selama seminggu di Israel. Mereka bertemu dengan berbagai tokoh puncak negeri Zionis-Israel, termasuk Presiden Israel Shimon Peres.

Bahkan, klaim Jerusalem Post itu, kelima tokoh itu mewakili Ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdathul Ulama dan Muhammadiyah. Kunjungan mereka ke negeri Zionis itu, disponsori oleh Simon Wiesanthal Center dan LibForAll Foundation..

Tokoh Muhammadiyah yang pernah berkunjung ke Israel diantaranya Syafiq Mugni, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Dari PP Muhammdiyah Dr. Habib Cirzin pernah pula berkunjung ke Israel.

Syafiq Mugni  Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, saat bertemu dengan Shimon Peres menghadiahkan kepada Peres sebuah tutup kepala yang dikenal bernama ”kippa” bertuliskan kata “shalom“,  yang dalam bahasa Ibrani artinya ”kedamaian”. Para tamu Indonesia itu tampak gembira sekali ketika Peres langsung memasang kippa tersebut di kepalanya.

Selanjutnya, mereka melanjutkan pembicaraan seputar berbagai topik termasuk ekonomi, politik, agama dan perayaan hari jadi  Israel ke 60 bulan Mei 2008 mendatang. Bahkan, kemungkinan membuka hubungan diplomatik antara Indonesia-Israel.

Shimon Peres menyatakan, Israel berbahagia bisa berhubungan dengan Indonesia serta mengundang para pemimpinnya. Peres akan mengundang kembali para tokoh Indonesia untuk doa perdamaian di saat Negeri Zionis ini akan memperingati hari jadinya ke 60 nanti bulan Mei 2008. Dalam kesempatan itu, Peres juga mengatakan, musuh Israel bukanlah Islam, tapi “teror”, ucapnya.

Syafiq Mugni dalam kesempatan itu menjelaskan tentang Indonesia menyangkut perkembangan ekonominya, demokrasi dan sistem kependidikannya. Menurut Syafiq,  dirinya berharap Muslim Indonesia semakin toleran, meski sebagaian juga masih ada yang menentang demokrasi. Sementara itu, Wakil NU Abdul A’la mengakui masih ada kelompok kecil “ekstrimis” Muslim di Indonesia.

Ditemani Kepala Wiesenthal Center Associate, Rabbi Abraham CooPeres dan   CEO, LibForAll Foundation,  C.C. Holland Taylor, delegasi Ormas NU dan Muhammadiyah ikut serta dalam suatu upacara cahaya lilin Hanukka yang diikuti dengan tarian di Hesder Yeshiva di Kiryat Shmona.

LibForAll Foundation  disebut-sebut lembaga Zionis yang berkedok “Liberalisme dan Pluralisme” di Indonesia. Kelompok LibForAll Foundation, di Indonesia banyak berhubungan dan berkolaborasi dengan berbagai Ormas Islam, yang tujuannya membangun hubungan lebih inten dengan Zionis-Israel.

Di masa pemerintahan Abdurrahman Wahid, lebih jauh langkah-langkah yang akan dijalankannya. Termasuk akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Wahid bertemu dengan Presiden Shimon Peres, dan bahkan Abdurrahman Wahid menjadi anggota Yayasan Institute Shimon Peres.

Tokoh yang mendapatkan julukan dari Presiden SBY sebagai “bapak” pluralisme itu, pernah mendapatkan hadiah “Medal  of Valor” (medali keberanian) dari Yahudi Internasional di Kalifornia, Amerika Serikat. Upacara itu sangat meriah, berlangsung di Beverly Wilshire Hotel, 9500, Wilshire Blvd, Beverly Hills, Los Angeles, California, 6 Mei 2008.

Saat pemberian hadiahnya itu, dihadiri seluruh tokoh-tokoh terkemuka Yahudi dari seluruh Amerika, termasuk bintang terkemuka Amerika Will Smith. Begitulah kisah bagaimanan Israel “connection” berada di Indonesia.

Tetapi, jaringan Israel “connection” sudah sangat luas di Indonesia, termasuk dari kalangan militer. Di zamannya Jenderal Benny Murdani, militer Indonesia mempunyai hubungan dekat dengan Zionis-Israel, seperti digambarkan dalam buku biografinya Jenderal Sumitro.

Walaupun Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi hubungan berjalan di segala bidang. Termasuk di bidang perdagangan dan teknologi. Pernah diributkan bagiamana perusahaan Israel memenangkan tender perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Jadi jaringan Israel “connection” sudah sangat jauh dan lama.

Kedatangan sejumlah warga negara Indonesia dalam upacaya hari ulang tahun kemerdekaan negeri Zionis-Israel di Singapura itu, hanya puncak gunung es. Di Manado terdapat Sinagog, yang menjadi tempat berkumpulnya, jaringan Israel “connection” di Indonesia. Wallahu’alam. (voa-islam/arrahmah/merdeka/NMJ)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s