Kofi Annan dan PBB Tak Dapat Melindungi Musllim

Mantan Sekjen PBB Kofi Annan, yang saat menjabat menjadi Sekjen PBB, melihat begitu banyak pembantaian (genosida). Tetapi, Annan yang memimpin lembaga multilarel (dunia) itu, tak mampu menghentikan pembantaian. Bahkan, PBB justeru menjadi lembaga yang melegitimasi (mengabsahkan) pembantaian. Seperti terhadap rakyat Afghanistan, Irak, Palestina, dan Somalia.

Sejatinya, PBB menjadi alat nengara-negara adi daya (super  power), Baca lebih lanjut

PENYERAGAMAN ZONA WAKTU : Pembangunan Teknokratis dan Agenda Globalis

Oleh: Sofyan Ahmad

Ciri pola pembangunan teknokratis adalah lahirnya kebijakan yang abai terhadap sisi-sisi kultur dan sosial, ia semata hanya mengandalkan perhitungan logis, matematis, dan formal.Contohnya, ketika kebijakan sekolah lima hari (Senin-Jum’at) dengan konsekuensi penambahan waktu belajar dari pukul 07.00 hingga 17.00. Kebijakan Diknas ini melahirkan protes, karena selain membuat siswa tertekan dan kelelahan. Kebijakan itu pun mematikan aktivitas madrasah (sekolah agama) dimana banyak siswa-siswi yang sore harinya mengaji atau belajar di madrasah-madrasah.

Kini kebijakan penyeragaman zona waktu mengingatkan saya pada pola kebijakan teknokratis tersebut. Sederhananya saja, penyeragaman zona waktu dengan zona WITA sebagai standar, akan menimbulkan banyak problem terutama pada warga yang tinggal di belahan Barat Indonesia. Satu contoh, soal shalat subuh, warga di Indonesia bagian Barat akan melaksanakan sholat subuh lebih pagi dari biasanya, sementara secara hkum Islam, di bagian Barat itu belum masuk waktu subuh. Efeknya sangat mungkin melahirkan problem keagamaan.

Kepentingan Pasar Baca lebih lanjut

Propaganda Setan dari Kementerian Dahlan Iskan?

WASPADA …..
Propaganda Setan dari Kementerian Dahlan Iskan

Koran Jawa Pos pada Selasa, 29 Mei 2012, memuat iklan 1 halaman dari Kementerian BUMN dengan menampilkan 6 BUMN yang terpilih selaku perusahaan paling menguntungkan versi majalah Forbes 2012. Bagi masyarakat awam, iklan ini sekilas hanya menunjukkan keberhasilan yang membanggakan dari 6 BUMN yang dianggap berprestasi. Namun bagi kalangan yang memahami makna simbolik dalam setiap pesan sosial yang disajikan secara visual maka iklan ini jelas mengandung ketidaklaziman. Baca lebih lanjut

Arkeolog: Ada Peradaban ‘Maju’ yang Membangun Piramid di Situs Gunung Padang

Situs peninggalan pra sejarah di Gunung Padang

Tim arkeolog tengah melakukan penggalian di situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Diduga kuat ada piramid yang merupakan punden berundak di kawasan itu.

“Untuk sementara punden berundak ini kemungkinan merupakan situs pemujaan,” jelas Ketua Tim Arkeolog Ali Akbar yang melakukan penggalian, saat berbincang, Sabtu (19/5/2012).

Tim arkeolog memperkirakan Baca lebih lanjut

Nana Mizuki, Siapakah Engkau?

Pas lagi nonton konser QUEENS NIGHT Nana Mizuki, saya menemukan yang kayak beginian… 🙂

Gambar ini saya ambil pada saat Nana Mizuki melantunkan tembang terbarunya Synchrogazer di dalam konsernya, QUEENS KNIGHT

Setahu saya, di beberapa videoklip Nana Mizuki memang sering menampilkan simbol-simbol kabbalah atau satanisme, kayak baphomet, mind controlism, dan masih banyak yang lainnya…

Yang amat kentara adalah pada lagu dan videoklip berjudul Wild Eyes, Eternal Blaze dan Synchrogazer.

Dan tahukah kalian, Baca lebih lanjut

Fenomena Lady Gaga, Zionisme Budaya, dan Tanda-tanda Munculnya Dajjal

Oleh, Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi

Penulis The Brain Charger

Lady Gaga Belum lepas cobaan yang mendera umat atas kedatangan Ratu Penghina Nabi, Irshad Manji, kini umat muslim kembali akan dicoba. Tanggal 3 Juni nanti, diva Pop asal Amerika, Lady Gaga, berencana menggelar konsernya di Gelora Bung Karno, Jakarta. Penolakan demi penolakan pun kemudian lahir dari berbagai kelompok Islam merespon aksi nekat Lady Gaga tersebut. Di Jakarta, misalnya, sekelompok Umat Islam dari Gerakan Umat Anti Maksiat (GUMAM) jauh-jauh hari sudah menggelar aksi demonstrasi di Bunderan HI, Jakarta. M Ihsan Sofyan selaku Koordinator GUMAM menilai Lady Gaga adalah Robot Illuminati. Assesoris penampilan Gaga dalam setiap konsernya, secara vulgar menonjolkan lambang illuminati dan paganisme. FPI juga berpendapat sama. Mereka meminta pihak berwenang agar mereka mencekal kedatangan Lady Gaga. FPI menilain, baik lirik maupun tampilan Lady Gaga selama ini bertentangan dengan Islam. Jadi persoalan penolakan lady Gaga tidak semata-mata faktor erostisme semata, tapi juga tuntutan akidah.

Bahkan, KH. Kholil Ridwan selaku Ketua Bidang Seni dan Budaya secara tegas mengatakan bahwa membeli tiket Lady Gaga adalah haram. Pimpinan Ponpes Husnayain itu menghimbau agar tiket yang sudah dibeli agar dikembalikan. “Tiket itu harus dikembalikan karena hukumnya haram. Dangdut yang budaya lokal aja haram. Yang jual tiket dan pembeli tiket juga dosa,” katanya kepada Eramuslim.com Sabtu, (17/3) dalam kapasitas pribadi selaku Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya. Baca lebih lanjut