Melawan Tipuan Kaum New World Order yang Terus Mengepung Kita

“Ketika Manusia Sadar Akan Kemampuan Kita” (When mankind discovers who we are, what we can do)

Inilah puncak kesombongan sebuah makluk, ketika dia menganggap mampu berkuasa terhadap segalanya. Lalu bandingkan dengan perkataan Fir’aun;

Dan Fir’aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, “Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir Ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; Maka apakah kamu tidak melihat(nya)? – Bukankah Aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?” (QS. al-Zukhruf [43] : 51-52)

Sungai Nil adalah sumber kehidupan bagi rakyat Mesir di era Fir’aun hingga era Mubarak dan akan terus berkelanjutan hingga masa yang telah ditentukan Allah. Disini Fir’aun dengan pongahnya menolak dakwah Nabi Musa Kalimullah dan menyatakan bahwa Fir’aun-lah satu-satunya pengendali mutlak kehidupan bangsa Mesir. Fir’aun ingin menunjukkan kepada rakyatnya bahwa dialah yang memiliki ‘Kemampuan’ bukan Nabi Musa ‘alahissalamyang menurutnya rendah dan hina –na’udzubillah–. Namun akhir hayat setiap durjana selalu mengenaskan, hingga kemudian hari Fir’aun sendiri mati tenggelam di perairan laut merah lalu jasadnya dimuntahkan oleh lautan yang hingga kini mayatnya masih tersimpan utuh di Museum Nasional Mesir yang terletak di kawasan Tahrir Square .

“Semua Orang Menghadapi Pilihan; Menjadi Penguasa atau Menjadi Budak.” (Each of us will face a choice. Be enslaved, or rise up to rule.)

Biasanya, seorang diktator lalim yang ingin berkuasa selalu memberikan tawaran kepada orang-orang yang akan direkrut. Ia pun lalu memberikan iming-iming imbalan kenikmatan duniawi. Tawaran menggiurkan ini tidak mudah ditolak kecuali oleh manusia yang tahan godaan, karena mereka tahu bahwa segala kenikmatan yang diberikannya tak lebih dari fatamorgana sesaat. Dan orang-orang yang menolak untuk mengikutinya, tentu saja akan disiksa dan diperbudak. Lalu samakanlah perkataan Sebastian di atas dengan perilaku Dajjal dalam hadits di bawah ini,

Hadits riwayat Imam Muslim –Dari Rib’iy bin Hirasy berkata; (suatu saat) Hudzaifah tengah berkumpul dengan Abu Mas’ud, lalu berkatalah Hudzaifah; Aku lebih mengetahui perihal Dajjal daripada ia. Sesungguhnya Dajjal itu memiliki ‘sungai air’ dan ‘sungai api’. Apa yang kalian lihat sebagai api, sesungguhnya itu adalah air. Dan yang kalian lihat sebagai air, itu sesungguhnya api. Maka barang siapa di antara kalian yang menginginkan air lalu mendapatinya, maka minumlah dari apa yang kalian lihat sebagai api, karena itu sesungguhnya air. Lalu Abu Mas’ud berkata; beginilah aku mendengar Nabi Muhammad –shalallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda. (Shahih Muslim, Kitab al-Fitan wa Asyrath al-Sa’ah – Bab Dzikri Dajjal wa Shifatuhu wa Ma Ma’ahu).

Di akhir zaman nanti, Dajjal akan menawarkan dua opsi bagi setiap manusia, ‘api’ atau ‘air’. Pengikut Dajjal tentunya akan memilih ‘air kenikmatan’ yang akan diberikan di dunia ini, namun di akhirat yang mereka dapatkan hanyalah api neraka. Sedangkan orang mukmin yang bertakwa, berani memilih ‘api siksaan’ karena mereka yakin di akhirat akan mendapatkan surga yang di bawahnya mengalir sungai Salsabila.

Lantas masalah perbudakan di zaman sekarang jangan melulu ditafsirkan secara rigid. Karena secara kontekstual, perbudakan di masa kini tak lain adalah pemberian hutang dari negara kuat dengan dalih ‘bantuan’ kepada negara lemah nan miskin dengan bunga riba yang sengaja dibina dan takkan pernah terbayarkan selamanya. Ketergantungan seperti inilah yang akan menciptakan adanya ‘negara tuan’ dan ‘negara budak’, di mana ‘negara tuan’ hanya tinggal menunggu setoran minyak bumi dan hasil tambang dari ‘negara budak’ hingga seluruh Sumber Daya Alamnya tersedot habis.

Ketiga, “Tidak Bersama Kami, Berarti Melawan Kami” (Choose freely, but know that if you are not with us, then by definition you are against us.)

Ini adalah penegasan dari sebelumnya, bahwa setiap orang yang mencoba untuk menghadang langkah ‘mereka’, berarti memilih untuk menjadi rival, oposisi, lawan dan musuh bebuyutan bagi ‘mereka’ yang berkuasa. Konsekuensinya, kelompok lawan tersebut akan mendapat tamparan keras sebagai balasan akan “pembelotan”nya. Maka cermati apa yang dilakukan raja Babilon, Namrudz la’natullah terhadap Khalilurrahman Ibrahim –’alihissalam– ketika beliau menolak tunduk terhadap kekafiran Namrudz,

Maka tidak adalah jawaban kaum Ibrahim ‘alahissalam, selain mengatakan, “Bunuhlah atau bakarlah dia”, lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman. (QS. al-Ankabut [29] : 24)

Saat itu umat Nabi Ibrahim ‘alahissalamtelah menyekutukan Allah, lantas mereka membakar “Ayah Para Nabi” ini lantaran beliau tak sudi mengikuti paganisme Babilon. Sama halnya dengan Namrudz zaman sekarang seperti George W. Bush yang membunuh ribuan umat bertauhid lantaran mereka menentang keserakahan ambisinya. Maka sangat masyhur ungkapan Bush yang menyatakan,

“Every nation in every region now has a decision to make: Either you are with us, or you are with the terrorist. From this day forward, any nation that continues to harbor or support terrorism will be regarded by the United States as a hostile regime.”

(Setiap bangsa di mana pun juga kini harus membuat sebuah keputusan; apakah kalian bersama “kami” atau bersama teroris, Mulai hari ini dan seterusnya, setiap negara yang menyembunyikan atau mendukung terorisme, akan dianggap oleh Amerika Serikat sebagai rezim yang melawan).

Maling teriak maling, teroris teriak teroris, itulah Namrudz.

“Bersama Kami, Hidup Bagaikan Raja dan Ratu” (Or you can join me. And live like Kings… And Queens)

Ini adalah konsekuensi kedua, ketika seseorang lebih cinta terhadap dunia, rela kepada kekufuran dan memilih imbalan manusia daripada Allah ta’ala. Maka ia akan mendapatkan segala kenikmatan dunia, kedudukan tinggi di dunia, hidup bagaikan raja dan ratu di dunia. Namun di akhirat kelak, semuanya akan berbalik 180 derajat. Maka cermatilah perkataan Fir’aun yang akan memberikan imbalan besar kepada para penyihirnya jika mereka dapat mengalahkan Mukjizat Nabi Musa.

Dan beberapa ahli sihir itu datang kepada Fir’aun mengatakan, “(Apakah) Sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?” – Fir’aun menjawab, “Ya, dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku)”. (QS. al-A’raf [7] : 113-114)

Fir’aun berkata kepada para penyihirnya bahwa mereka akan menjadi orang-orang yang dekat kepadanya (hidup seperti raja) sama persis dengan perkataan Sebastian Shaw yang berujar, “And live like kings… And Queens.” Namun yang perlu diketahui, bahwa para penyihir Fir’aun tersebut ketika berhadapan langsung dengan Nabi Musa, seketika saja mereka memeluk Akidah Tauhid dan melawan Fir’aun yang menyebabkan mereka akhirnya dibunuh secara keji dan syahid di atas tiang salib.

Berkata Fir’aun, “Apakah kamu Telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepada kalian. Maka Sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kalian pada pangkal pohon kurma dan sungguh akan kalian ketahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya”. (QS. Thaha [40] : 71)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Fir’aun menuduh Nabi Musa ‘alahissalammelakukan sihir, padahal Fir’aun sendiri ‘rajanya’ tukang sihir. Dari dulu hingga sekarang sama saja, penyihir teriak penyihir, teroris teriak teroris, itulah Fir’aun.

Dari sini kita sadar, bahwa kaum anti-Tuhan selalu memiliki ideologi yang sama dari masa ke masa, bahkan perilaku dan lagak bicaranya pun serupa, hanya oknum saja yang berebeda. Selain itu kita sadar juga bahwa Al-Qur’an dan Sunnah telah mengabarkan kita tentang hal tersebut. Lagi-lagi semua kembali kepada kita, siapa yang akan kita ikuti dan opsi mana yang akan kita pilih; semua ‘bebas’ untuk menentukan pilihan masing-masing. Tak perlu ditakuti tentang Namrudz dan Fir’aun karena mereka telah tiada dan zaman mereka pun telah berakhir. Namun di masa depan masih ada Dajjal yang akan segera muncul. Apakah umat manusia siap untuk menolak ‘air’ yang ia tawarkan dan berani memilih ‘api’-nya ?

Menyitir perkataan Harun Yahya yang sangat penting untuk kita ketahui bersama, bahwa beliau berkata; “Orang Muslim yang menganggap evolusi sebagai teori yang tak berbahaya, sekalipun sangat berseberangan dengan fakta penciptaan, lalu berdiam diri dan menyaksikannya berkembang, sebenarnya sedang membantu teori itu mencengkeram masyarakat secara lebih luas dan lebih kuat. Jadi, mereka sedang membiarkan paham atheisme tumbuh lebih kuat. Karena alasan ini, kaum Muslimin harus mengerti filsafat yang mendasari teori ini. Evolusi adalah filsafat materialis yang diungkapkan secara ‘ilmiah’. Filsafat materialis pada gilirannya, sesungguhnya berarti paham atheisme.”

Pernyataan yang senada diutarakan juga oleh Dr. Yusuf al-Qaradhawi dalam bukunya “Fiqh al-Lahwi wa al-Tarwih” (Fikih Hiburan dan Entertainment) dimana beliau melarang kartu permainan Pokemon dan serial televisinya karena mengandung banyak unsur negatif untuk anak-anak. Alasan pertama, permainan kartu Pokemon dianggap terlarang karena mengandung unsur judi di dalamnya, dan jelas, judi (al-qimar wa al-maysir) diharamkan secara eksplisit dalam Surat al-Maidah [5] ayat: 90. Yang kedua, dalam serial televisi Pokemon berikut kartu permainannya terdapat simbol seperti bintang David dan syiar-syiar Israel, Freemason serta ajaran Shinto.

Dan jika anak-anak dalam masa pubertas ‘mengkonsumsi’ tontonan seperti ini akan memberi dampak negatif dalam jiwa mereka yang membekas dalam kurun waktu sangat lama, dalam serial Pokemon terdapat bahaya yang mengancam akidah anak-anak, karena di dalamnya terdapat ajaran Darwinisme yang menjejali pikiran mereka bahwa yang Kuat dapat bertahan hidup dengan menumpas yang Lemah sebagaimana mekanisme seleksi alam.

Tulisan ini hanyalah respon spontan yang mencoba untuk membuka celah kecil dari sekian banyak kebenaran yang tersembunyi, supaya kita tidak terus-menerus dikelabuhi oleh media massa yang ingin memperbudak kita. Dan agar kita tidak selamanya dijadikan bahan tertawaan oleh kaum atheis-propagandis yang terlalu lama mempermainkan kita.

Semua kembali kepada sikap kita, apakah ikuti arus kesesatan ? Ataukah merespon dengan segala daya & upaya untuk berusaha bersama-sama memulai perjuangan untuk tidak terjerumus ke dalam konspirasi hidup yang dilakukan oleh penggerak New World Order.  (facebook/dw basalamah/NMJ)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s