RAF Intelligence, Inggris: Penelitian UFO dan Kekhawatiran Perang Dingin

Teori konspirasi selalu berhubungan dengan beberapa instalasi militer di Inggris yang berkaitan dengan penelitian rahasia mengenai UFO. Dan pangkalan militer yang dikaitkan dengan penelitan tersebut, selalu berhubungan dengan Angkatan Udara Inggris, RAF.

Selama berabad-abad, manusia selalu beranggapan bahwa mereka tidak hidup sendirian di alam semesta ini. Rasa penasaran itu membuat beberapa kalangan yang percaya dengan keberadaan mahluk lain, berusaha mencarinya dengan berbagai cara.

Mereka yang mencari keberadaan mahluk luar angkasa, selalu dianggap aneh. Mereka menggunakan berbagai macam ilmu pengetahuan untuk mendeteksi keberadaan mahluk tersebut.

Astronomi adalah salah satu ilmu yang digunakan oleh para pencari mahluk asing itu. Sampai-sampai, badan antariksa seperti NASA pun, diam-diam ikut “menyelidiki” keberadaan mahluk asing ini.

Belum banyaknya bukti yang menginformasikan keberadaan mahluk lain, membuat rasa penasaran manusia semakin menjadi.

Untuk memuaskan rasa penasaran tersebut, kalangan sineas di berbagai belahan bumi khususnya Hollywood, menuangkannya ke dunia layar lebar. Salah satu film tentang mahluk angkasa luar yang fenomenal adalah Extra Terrestrial (ET) buatan sutradara Steven Spielberg.

Saking hebohnya permasalahan ini, beberapa kejadian aneh yang berlangsung di sejumlah wilayah AS, seperti terbentuknya sebuah pola aneh di ladang pertanian petani setempat, dikatakan sebagai hasil perbuatan mahluk luar angkasa yang biasa disebut dengan sebutan alien.

Selain itu, banyak kalangan masyarakat mengatakan, bahwa mereka telah melihat sebuah objek yang tidak dikenal. Benda tak dikenal tersebut kemudian diberi sebutan Unindentified Flying Object atau UFO.

Sampai saat ini belum ada bukti dan teori pasti yang mengatakan keberadaan UFO, dan pola-pola aneh yang terdapat di beberapa tempat di AS adalah hasil perbuatan alien, tetapi banyak orang yang meyakini masalah ini.

Dalam situasi yang seperti itu, pada 1960-an pemerintah AS melakukan uji coba pesawat mata-mata U2 dengan bentuk yang tidak biasa untuk sebuah pesawat terbang, apalagi pesawat tersebut belum di cat hitam seperti sekarang, tetapi menggunakan warna perak.

Tak ayal, masyarakat yang melihat pesawat tersebut mengatakan, bahwa mereka melihat sebuah UFO.

Pada saat itu, pemerintah AS sendiri menyangkal keberadaan pesawat mata-mata itu. Mereka baru memberikan keterangan resmi pada 1990-an, bahwa keberadaan UFO yang dilihat oleh warga adalah pesawat U2 yang sedang menjalani uji coba terbang.

Konspirasi mengenai keberadaan UFO juga dirasakan di belahan dunia lainnya, Inggris. Angkatan udara negara ini mengklaim melihat sesosok benda terbang tak dikenal ketika melakukan penerbangan.

Terkait insiden itu, Pemerintah Inggris melakukan penelitian mengenai keberadaan UFO, bekerja sama dengan AS yang lebih dahulu melakukan penelitian.

Beberapa tahun kemudian, cerita itu terungkap ke publik. Bahwa penelitaian UFO pada 1950-an di Inggris, terkait dengan Perang Dingin yang sedang berlangsung saat itu.

Pada 5 Nopember 1990, satu skadron jet Tornado angkatan udara Inggris atau Royal Air Forces (RAF) terbang melintasi Laut Utara dalam perjalanan pulang mereka.

Tiba-tiba secara mengejutkan seluruh pesawat yang dipiloti oleh pilot-pilot berpengalaman itu, berhasil disusul oleh sebuah “pesawat” tak dikenal dengan kecepatan tinggi, yang kemudian diklaim sebagai UFO.

Tidak satupun dari pilot terlatih RAF, mampu mengenali pesawat yang disebut-sebut tidak memiliki perbandingan dengan pesawat apapun. Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada Kementerian Pertahanan Inggris, Ministry of Defense.

Setelah dilaporkan, para pilot yang mengalami kejadian tersebut langsung didatangi oleh agen intelijen tidak dikenal.

Mereka diberitahu mengenai Peraturan Rahasia Negara, dan diingatkan agar tetap diam terhadap kejadian yang mereka alami terkait UFO.

Banyak peneliti UFO kemudian terpengaruh dengan informasi Pemerintah Inggris terkait keberadaan keberadaan UFO.

Namun, selang beberapa waktu, para peneliti UFO itu terkejut akan kenyataan yang terjadi di belakang fenomena itu.

Beberapa pernyataan mengenai keberadaan UFO pada 1950-an telah berlangsung selama beberapa tahun. Tetapi pernyataan itu dikeluarkan hanya berdasarkan keyakinan semata, bukan dengan barang bukti.

Seperti banyak orang tahu, Pemerintah Inggris tertarik dengan misteri keberadaan UFO sejak awal 1951, pada saat itu dilakukan penelitian oleh badan intelijen.

Hasil penelitian itu, diberikan kepada Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill, pada 9 Agustus 1952, yang meminta laporan mengenai keberadaan UFO.

Penelitian itu menyimpulkan, bahwa fenomena UFO dapat dijelaskan berdasarkan cara-cara konvensional, seperti apa yang telah dilakukan oleh Angkatan Udara AS atau United State Air Forces (USAF).

USAF telah melakukan penelitian sejak 1947, dengan proyek bernama Sign, Grudge dan Blue Book.

Edward J. Ruppelt, pimpinan proyek Grudge dan Blue Book pada 1951 hingga 1953, memberikan refensi mengenai ketertarikan Inggris terhadap UFO, pada bukunya yang berjudul The Report on Unindentified Flying Objects pada 1956.

Dalam buku tersebut, ia mengatakan pernah didatangi oleh dua orang agen RAF Intelligence di markas proyek Blue Book, dengan membawa enam lembar pertanyaan.

Jawaban dari enam lembar pertanyaan tersebut diberikan kepada Winston Churchill dan menjadi dasar penelitian intelijen.

Belakangan terkuak, alasan Pemerintah Inggris tertarik pada UFO, sebenarnya berdasarkan kekhawatiran mereka terhadap gerak gerik Uni Soviet dalam mengembangkan pesawat tempur baru, untuk menguji pertahanan udara Inggris.

Perang Dingin adalah urusan serius dan kementerian pertahanan udara lebih memberi perhatian kepada Uni Soviet. Selain itu, tidak ada perusahaan yang percaya bahwa UFO adalah pesawat luar angkasa buatan manusia.

Pemerintah dan pihak militer adalah organisasi konservatif, ini membuat mereka kesulitan untuk merespon semua pernyataan yang dikeluarkan oleh para peneliti UFO. Beberapa dari mereka berpendapat bahwa UFO adalah pesawat yang benar-benar berasal dari luar angkasa.

Pemerintah Inggris gagal untuk menjelaskan mengenai pesawat terbang aneh tersebut. Seperti bola cahaya aneh yang dilihat para pilot selama PD II.

Berkas mengenai penemuan UFO oleh para pilot RAF pada 1951 kemudian disimpan dan kasusnya dibekukan oleh Kementerian Pertahanan Inggris.

Kebijakan resmi kementerian mengenai fenomena UFO adalah memeriksa fenomena itu untuk dijadikan sebagai barang bukti adanya ancaman bagi Inggris.

Banyak peneliti UFO memperhatikan bukan karena kementerian tahu banyak mengenai UFO, melainkan karena lembaga ini hanya sedikit tahu.

Beberapa peneliti membangun jaringan dengan anggota parlemen setempat dan meminta mereka untuk duduk bersama dalam satu meja, menuliskan pertanyaan mengenai UFO.

Dengan adanya jaringan tersebut, anggota parlemen semakin perhatian mengenai isu yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan nasional.

Konspirasi penelitian rahasia keberadaan UFO yang dikaitkan dengan kekhawatiran Inggris dalam perang dingin dengan Uni Soviet, berhubungan dengan beberapa instalasi militer negara ini.

Pangkalan militer yang dikaitkan dengan penelitan tersebut, adalah Angkatan Udara Inggris, Royal Air Forces atau RAF.

RAF memiliki unit pendukung operasi intelijen, Royal Air Force Operation Support Intelligence, dikenal sebagai RAF Intelligence.

Organisasi ini bertanggung jawab mengurus personil intelijen dan peralatannya, serta menjadi bagian dari komunitas intelijen Inggris.

Tugas agen intelijen dan awak organisasi ini adalah, membuat analisis intelijen udara, analisis foto, analisis sinyal, human Intelligence, yang berfungsi untuk mengarahkan awak pesawat, memberikan masukan kebijakan komandan, menetapkan sasaran bidik dan operasi-operasi intelijen udara.

RAF Intelligence memiliki 300 personil. Penugasan personil dilakukan melalui stasiun operasional dan markas angkatan bersenjata Inggris.

Keberadaan RAF Intelligence telah dimulai sejak PD II, namun personil RAF telah melakukan tugas intelijen sejak RAF berdiri pada 1918.

Pada saat itu, petugas General Duty Branch yang biasanya adalah seorang pilot, awak darat, atau personil RAF yang tidak dapat terbang karena alasan medis, mereka ini kemudian ditugaskan pada Skadron Intelijen.

Selain itu, mereka juga bertugas sebagai awak pesawat di Departemen Intelijen Kementerian Pertahanan Udara.

Pada akhir 1930-an, terdapat sebuah cabang intelijen bernama Administrative and Duties Branch untuk tugas-tugas intelijen.

Pada 1939, Secreet Intelligence Service (SIS) atau MI6 membuat sebuah Air Intelligence Section di bawah komandan grup Kapten F W. Winterbottom, kepala Air Intelligence, MI6.

Selama PD II, cabang intelijen ini menjadi lebih besar. Meliputi Signal Intelligence (intelijen sinyal) di Bletcjley Park, dan Imagery Intelligence (intelijen foto) di Medmenham.

Selama peperangan, organisasi dipecah menjadi Administrative and Special Duties Branch (untuk fotografi) dan Administrative and Special Duties Branch (Signal).

Pada 1970, cabang Photographic Interpretation (PI) dibentuk untuk petugas yang dipekerjakan di Reconnaisance Intelligence Centre yang berada di unit pesawat terbang, juga untuk dipekerjakan di Joint Air Reconnaisance Intelligence Centre (JARIC) di RAF Brampton.

Awal 1990an, RAF melihat keuntungan dari sebuah cabang intelijen mandiri, menciptakan tugas umum cabang intelijen.

RAF membutuhkan informasi lebih, serta peringatan pada musuh potensial Inggris di seluruh dunia, untuk membangun kemampuan RAF dan memberikan reaksi. Pada 1997 GD (INT) menjadi Operations Support (Intelligence) Specialisation sampai sekarang.

Para personel RAF Intelligence diharuskan memiliki keterampilan layaknya intelijen umum. Oleh karena itu mereka mendapatkan pelatihan-pelatihan.

Pelatihan intelijen udara diadakan oleh Defence School of Intelligence (DSI) di Defence Intelligence and Security Centre (DISC) yang berlokasi di RAF Chicksands di Bedfordshire.

Air Intelligence Wing akan mengirimkan Joint Air Intelligence Course (JAIC) yang akan menghabiskan waktu 22 minggu dan para personel yang yang mengikuti kursus, akan menjadi Air Intelligence Officer.

Tahapan lainnya dimulai dengan menyelesaikan 15 minggu Operational Air Intelligence Course (OpAIC), sebelum mencapai spesialisasi sebagai analis penggambaran atau analisis sinyal.

Empat bulan selanjutnya di DISC Chicksands, di IMINT Wing (Joint School of Photographic Interpretation), mereka akan lulus dengan spesialsasi intelijen penggambaran.

Pada tahapan kursus yang lebih lama di SIGINT Wing, mereka akan mendapatkan kemampuan analisis intelijen dalam hal sinyal intelijen. (intelijen/NMJ)

 

Iklan

3 thoughts on “RAF Intelligence, Inggris: Penelitian UFO dan Kekhawatiran Perang Dingin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s