Bom Kembali Tewaskan 30 Peziarah Syiah di Selatan Irak

NOT MISTER JEKYLL–Sebuah bom menewaskan setidaknya 30 (Sedangkan dalam laporan AFP, korban tewas berjumlah 53 orang,–red.) peziarah Syiah di dekat kota pelabuhan selatan Basra pada hari Sabtu ini (14/1), para pejabat Irak mengatakan.

Ini adalah terbaru dalam serangkaian serangan selama peringatan keagamaan Syiah yang mengancam akan meningkatnya ketegangan sektarian, hanya beberapa minggu setelah penarikan AS.

Seperti diberitakan oleh AFP, Sabtu (14/1/2012), seorang pejabat polisi setempat menjelaskan, insiden itu terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Ledakan itu menewaskan 53 orang dan 137 orang lainnya cidera.

Kepala Departemen Kesehatan Provinsi Basra, Riyadh Abdulamir, wanita dan anak-anak iku menjadi korban dalam ledakan itu. Jumlah korban yang tewas termasuk tertinggi setelah serangan terhadap kelompok Syiah di Baghdad dan Irak selatan yang menewaskan 70 orang pada 5 Desember 2011.

Pelaku meledakkan dirinya saat berada di dekat pos keamanan. Sebelum melakukan aksinya, pelaku berpura-pura memberikan makanan kepada peziarah di sebuah kuil di pinggiran Kota Basra, Irak.

Rumah sakit Basra telah menerima 30 tewas dan 90 terluka setelah ledakan itu, kata Dr Riyadh Abdul-Amir, kepala Direktorat Kesehatan Basra. Saksi mata mengatakan, serangan itu terjadi di luar kota Zubair, sebelah barat daya Basra, pada saat peziarah sedang menuju ke sebuah kuil Syiah di dekat wilayah itu.

Seorang pejabat kepolisian membenarkan jumlah korban tewas. Dia berbicara secara anonim karena ia tidak berwenang untuk melepaskan rincian kepada media.

Juru bicara Gubernur provinsi Basra, Ayad al-Emarah, mengatakan tidak jelas apakah ledakan itu disebabkan oleh seorang penyerang bunuh diri atau bom pinggir jalan.

Zubair adalah daerah kantong Sunni di selatan Irak yang sebagian besar kaum Syiah.

Ledakan itu terjadi saat kelompok Syiah memperingati klimaks hari Arbain, yang menandai berakhirnya 40 hari berkabung setelah peringatan kematian Imam Hussain, seorang tokoh Syiah yang dihormati.

Majid Hussein, seorang pegawai pemerintah, adalah salah satu dari peziarah yang menuju ke kuil. Dia mengatakan massa mulai berlari dengan panik ketika mereka mendengar ledakan keras.

“Saya melihat beberapa mayat dan orang terluka, termasuk anak-anak di tanah meminta bantuan. Ada juga beberapa kereta bayi ditinggalkan di lokasi ledakan,” katanya.

Sementara saksi mata lainnya mengatakan, “Saya melihat seorang tentara memegang penyerang dan membawanya ke seorang petugas yang bertanggung jawab di tempat itu,” kata seorang saksi mata, Kadhim Nasser. “Tiba-tiba dia meledakkan dirinya saat perempuan dan anak-anak lewat. Saya melihat puluhan perempuan dan anak yang menjadi korban,” tambah pria yang berusia 42 tahun itu.

Para peziarah ini tidak bisa masuk ke kota Karbala untuk memperingati Hari Arbaeen, sehingga mereka mengambil jalan pintas ke Khutwa Imam Ali, yang terletak sekitar 12 kilometer dari Kota Basra. Arbaeen adalah peringatan 40 hari setelah pembunuhan Imam Hussein, salah satu tokoh Islam Syiah yang paling dihormati. (eramuslim/detik news/mugiwara no nakama)

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s