Mengenal Pasukan Khusus Israel, Sayeret Shaldag

Logo Sayeret Shaldag (flickr.com)

Spesifikasi Kesatuan
Berdiri:
1974
Asal:
Israel
Cabang:
Israel Air Force/Angkatan Udara Israel
Tipe:
Komando
Ukuran:
40-50 orang
Markas:
Pangkalan udara Palmachim
Peralatan:
- Senapan serbu M16
- Senapan serbu M4A1
- Peluncur granat M203
- Sig-Sauer
- Glock 9 milimeter
- Senapan sniper SR 82/66

Holocoust menjadi pengalaman paling traumatik bagi bangsa Yahudi.Dan karena peristiwa pembantaian oleh Nazi Jerman tersebut bangsa Yahudi bersatu padu membangun eksistensi dirinya.

Orang-orang Yahudi yang berhasil melarikan diri dari peristiwa itu kemudian mendirikan gerakan bawah tanah bernama Aliyah Bet, tujuannya satu, membawa orang-orang Yahudi ke Palestina.

Semenjak PD II berakhir, bangsa ini kemudian kembali ke tanah yang menurut mereka adalah hak mereka, Yerusalem. Untuk itu, pada 1947 mereka memasuki wilayah Palestina dan mengusir penduduk Palestina dari wilayahnya.

Untuk melindungi rakyatnya, Israel membentuk angkatan bersenjata. Di dalamnya terdapat pasukan khusus yang memiliki kemampuan di atas rata-rata pasukan khusus negara lain.

Pasukan khusus Israel tidak hanya bertugas melindungi warga Israel di wilayah negaranya. Tetapi juga melindungi orang-orang keturunan Yahudi yang berada di seluruh muka bumi, dan membawa mereka ke tanah harapan. Mereka pun sering terlibat operasi intelijen.

Salah satu pasukan khusus yang sering terlibat dalam operasi penyelamatan orang-orang Yahudi di luar negeri ini, adalah Sayeret Shaldag.

Pasukan khusus ini merupakan salah satu dari beberapa pasukan khusus milik Angkatan Bersenjata Israel/Isareli Defence Force (IDF) yang berada di bawah kontrol Angkatan Udara Israel/Israeli Air Force (IAF). Unit khusus ini bisa digunakan oleh IDF untuk melaksanakan operasi di Timur Tengah.

Tidak seperti negara lain, Israel memiliki aturan ketat mengenai keberadaan pasukan khususnya. Unit khusus yang memiliki nama lain Unit 5101 ini baru diketahui publik secara luas, ketika nama mereka tercetak di sebuah brosur rekruitmen personel pada 1994.

Selama ini, unit yang dikenal juga sebagai Special Air-Ground Designating Team ini selalu berada di bawah bayang-bayang Sayeret Matkal dan Shayetet 13. Padahal, unit ini memiliki reputasi sebagai salah satu pasukan elit di IDF, setara dengan Sayeret Matkal.

Hasil Reorganisasi Usai Perang Yom Kippur

Perang Yom Kippur 1973 (istimewa)

Perang Yom Kippur 1973 (istimewa)

Sayeret Shaldag dibentuk pada 1974 sebagai operasi pelatihan ketika terjadi perang Yom Kippur pada 1973. Pada saat itu, Sayeret Matkal praktis tidak dapat digunakan karena kekurangan persiapan dan tidak koordinasi.

Hampir semua pasukan khusus IDF memiliki kemampuan pengintaian jarak jauh yang ekstrim, dengan kemampuan kontra teror yang dimiliki oleh berbagai cabang khusus di IDF.

Dengan kondisi seperti itu, kebanyakan pasukan khusus di IDF mampu merencanakan dan memilih perannya di peperangan yang akan datang. Seperti apa yang dilakukan oleh Sayeret Matkal di perang Yom Kippur. Ketika semua jenderal sibuk, Sayeret Matkal memilih sendiri operasi yang akan dilakukannya.

Semenjak kebanyakan misi baru disetujui di saat-saat terakhir, Sayeret Matkal tidak menggunakan semua potensinya untuk menjalankan sebuah operasi. Pada akhirnya, kemampuan mereka hanya setara dengan unit infanteri ketimbang pasukan elit yang memiliki kemampuan mengumpulkan informasi intelijen.

Ketika perang Yom Kippur selesai, pemimpin Sayeret Matkal saat itu, Muki Betser melakukan perubahan besar-besaran di dalam unit. Tujuan utamanya adalah, di masa depan Sayeret Matkal hanya akan menjalankan operasi dan misi khusus, untuk menjaga keeksklusifannya.

Sayeret Matkal akan berlatih misi-misi khusus di masa damai, jadi ketika perang kembali pecah, unit ini akan menjadi bagian tak terpisahkan dari pasukan Israel, memberi kontribusi berharga bagi kepentingan Israel.

Salah satu hasil reorganisasi ini adalah pembentukan sebuah unit kecil cadangan yang kemudian diberi nama Sayeret Shaldag. Sementara itu, pejabat eksekutif menunjuk seseorang yang bertanggung jawab untuk menjalankan operasional.

Unit yang baru dibentuk itu memiliki keahlian khusus dalam melakukan operasi air-to ground dan fokus kepada operasi darat penunjuk laser untuk rudal dan bom berpenuntun laser.

Alasan utama spesialisasi ini, tidak seperti perang Enam Hari pada 1967 dimana IAF memenangi air superiority  di hari pertama dan hari-hari selanjutnya, pada saat perang Yom Kippur, IAF menderita banyak kekalahan dengan banyaknya pesawat yang hancur tertembak rudal darat-udara (SAM) milik Arab yang diberikan oleh Uni Soviet.

Pada saat itu, Sayeret Shaldag hanya akan digunakan ketika terjadi perang. Oleh karena itu, unit ini hanya menjadi cadangan, dimana personelnya berasal dari personel dan bermarkas sama dengan Sayeret Matkal.

Pada 1977, IAF membeli sejumlah besar senjata penuntun laser dan awal keterlibatan Israel di Lebanon Selatan, serangan udara menjadi tugas mingguan dan status Sayeret Shaldag dipromosikan sebagai unit reguler, dengan Muki Betser sebagai pemimpin pertamanya.

Ketika invasi besar-besaran menuju Lebanon oleh Israel terjadi pada 1981, unit khusus ini dipindah tugaskan di bawah komando IAF, dibuat lebih besar dan direlokasi ke markas IAF. Selain itu, Sayeret Shaldag menunjuk komandan baru bernama Giora Inbar, komandan Brigade Golani terdahulu.

Di pertengahan dekade 1990-an, unit khusus ini mengalami reorganisasi besar-besaran menjadi unit khusus IDF yang paling elit, berhadapan langsung dengan Sayeret Matkal. Bahkan, semenjak Sayeret Matkal menjadi unit yang fokus pada intelijen, Sayeret Shaldag menjadi unit khusus utama IDF dalam hal melakukan serangan udara.

Sebagai salah satu bagian reorganisasi, unit khusus IAF ini mendapatkan tugas baru, yakni kemampuan penyelamatan sandera.

Salah satu alasan utama mengapa Sayeret Shaldag menjadi unit khusus paling elit bersama-sama dengan Sayeret Matkal, adalah karena unit ini memiliki dana besar dari Pemerintah Israel. Sedangkan unit khusus lainnya harus berjuang keras untuk mendapatkan dana untuk membeli peralatan.

Bahkan ketika dana pertahanan dikurangi, Sayeret Shaldag tetap menerima dana besar untuk membeli peralatan militer canggih apapun dan memodifikasinya sesuai kebutuhan mereka.

Permasalahan dana ini adalah keuntungan lain menjadi bagian dari IAF, karena IAF adalah unjung tombak IDF, maka matra ini selalu mendapatkan persentase lebih besar ketimbang matra lainnya.

Jika dibandingkan, dana yang dikeluarkan untuk pembelian dan perawatan pesawat, dana yang diperlukan untuk mengoperasikan sebuah unit khusus seperti Sayeret Shaldag terbilang kecil, oleh karena itu Sayeret Shaldag tidak pernah mengalami kesulitan keuangan.

Tiru Metode Pelatihan SAS

SAS, Panutan Sayeret Khaldag (eliteukforces.info)

SAS, Panutan Sayeret Khaldag (eliteukforces.info)

Seperti yang dilakukan Sayeret Matkal pada pertengahan dekade 1950-an, Sayeret Shaldag juga mencontoh SAS. Sayeret Shaldag menerapkan metode pelatihan pasukan elit Inggris tersebut, mengirimkan sebuah tim kecil dengan menggunakan peralatan paling canggih yang dapat dibeli.

Bahkan setelah personel lulus dari pelatihan, unit operator akan menerima buku David Starling, pencipta SAS. Buku tersebut berisikan kampanye melawan Jerman di Timur Tengah selama PD II.

Total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pelatihan Sayeret Shaldag mencapai 22 bulan, dua bulan lebih lama ketimbang unit khusus lainnya di IDF. Pelatihan termasuk pada penugasan operasional bersama-sama dengan unit yang telah ada.

Prajurit yang akan menjadi personel Sayeret Shaldag menjalani latihan yang sama dengan pelatihan Sayeret Matkal. Pelatihannya sendiri sengaja dibuat berseri. Prajurit akan melewati serangkaian navigasi dan kemudian beberapa lagi pelatihan militer seperti perang terbuka, penunjukan laser dan lain-lain. Setiap seri latihan menghabiskan waktu selama seminggu.

Metode ini dirancang untuk memberikan pengalaman navigasi kepada prajurit, tanpa membuat mereka menjadi tidak menyukai pelatihan navigasi sebagai rutinitas. Selain itu juga, pelatihan seperti ini membantu mempertahankan kondisi fisik prajurit, selama melakukan misi navigasi.

Dengan metode pelatihan tersebut, perbedaan kemampuan antara Sayeret Shaldag dengan Sayeret Matkal dapat diperkecil. Saat ini, satu-satunya perbedaan pelatihan dua unit ini, hanya pada penunjukan laser dan pelatihan a-ground cooperatin di Sayeret Shaldag dan pengumpulan informasi intelijen pada pelatihan Sayeret Matkal.

Pelatihan dimulai dengan pelatihan infanteri selama empat bulan, diikuti dengan pelatihan infanteri tingkat menengah selama dua setengah bulan. Setelah menjalani dua fase latihan ini, prajurit akan memulai pelatihan unik selama lebih dari setahun, yang terdiri dari :
- Pelatihan terjun payung di sekolah terjun payung IDF selama dua   minggu.
- Pelatihan kontra teror di sekolah peperangan kontra teror IDF   selama tiga minggu
- Pelatihan navigasi disegala kondisi cuaca selama beberapa bulan
- Pelatihan menyelam selama satu bulan
- Pelatihan Air-to-ground dan operasi pengangkutan udara
- Pelatihan penunjuk laser
- Kursus di sekolah pengintaian dan intelijen milik IDF selama   dua bulan
- Sejumlah besar pelatihan operasi, termasuk pelatihan sniper selama enam minggu yang terdiri dari      dua fase. Kursus pelatihan   penembak sniper infanteri selama tiga minggu yang diadakan oleh sekolah sniper IDF, dan tiga minggu pelatihan sniper di sekolah peperangan kontra teror IDSF.

Terlibat Operasi Litani hingga Orchad

Operasi Orchad, ilustrasi. Misi rahasia hancurkan apa yang diyakini Israel sebagai reaktor nuklir Syiria (istimewa)

Operasi Orchad, ilustrasi. Misi rahasia hancurkan apa yang diyakini Israel sebagai reaktor nuklir Syiria (istimewa)

Sebagai sebuah pasukan khusus, Sayeret Shaldag tentunya sering terlibat dalam berbagai operasi militer. Terlebih, setelah menjadi pasukan khusus utama bersama-sama dengan Sayeret Matkal.

Unit khusus IAF ini pernah ikut operasi Litani pada 1978.Salah satu misi terakhirnya adalah pengintaian di dekat Hasbiya. Saat itu, personel Sayeret Shaldag melintasi wilayah musuh, datang dengan dihujani tembakan. Korban tak terelakkan, termasuk komandan tim yang kehilangan kakinya karena ranjau.

Akibat kejadian tersebut, komandan kompi memberikan perintah untuk mundur dengan teratur daripada kehilangan peralatan canggih.

Shaldaq juga ikut ambil bagian dalam operasi Moses di Sudan pada 1984. Setelah itu unit ini juga ambil bagian dalam operasi Solomon di Etiopia pada 1991.

Juga pada 1991, ratusan personel Sayeret Shaldag, baik personel, reguler dan cadangan, di bawah komando Benny Gantz, mengamankan pengangkutan 14 ribu orang Etiopia keturunan Yahudi ke Israel.

Selama kurun waktu konflik Lebanon selatan pada 1982-2000, unit khusus yang bermarkas di pangkalan udara Palmachim ini ikut serta dalam operaso Accountability dan operasi Grapes of Warth dan kemudian menerima penghargaan Chief of Staff Award.

Saat perang Lebanon pada 2006, Sayeret Shaldag ikut serta dalam penyerangan ke Baalbek pada 1 Agustus 2006. Pasukan mendarat dengan menggunakan helikopter pada jam 01.00 dekat Baalbek.

Personel Shaldag memutar menuju utara ke lingkungan Sheik Habib untuk menangkap tersangka pejuang Hizbullah. Di perjalanan, mereka dihadang oleh empat pejuang Hizbullah dan membunuh keempat pejuang tersebut.

Dilaporkan juga bahwa unit khusus ini terlibat dalam operasi Orchad di Syria pada 2007. Unit ini ditempatkan di sebuah depot bawah tanah dekat markas Syria yang dicurigasi sebagai reaktor nuklir, penempatan ini untuk memberikan petunjuk laser pada target, agar memandu rudal Israel yang diluncurkan dari pesawat untuk menghacurkan tempat tersebut. (Majalah INTELIJEN Online/NMJ)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s